Sajak-Sajak Gatot Arifianto
orang-orang membantai waktu
beternak labalaba dan menebalkan debu rumah ibadah
bunyi kitab suci, korupsi dan jerit gadisgadis dilinggis lakilaki bersyahwat bengis
disimpan dalam koper masa bodoh
udara terpaksa menjadi buruh panggul
mengangkut dengus dan cekikik fantasi entah
tapi hari tak juga melahirkan archimedes
di republik budget yang membiakkan generasi fiksi lewat sinema murahan dan games up to date menanggalkan akal
akankah pekik eureka dari mereka yang merayakan alpa dari al-ashr, lir-ilir apalagi gerilya
bersahut menggema seperti kerinduan merdeka?
Netrahyahimsa Institute, 19/7/2016
Amar
: ga
di deras inferno, menanam padi pada mata sehingga batas menuai nafas ialah amar do.
Netrahyahimsa Institute, 02032009
Lagu Pagi
tak perlu berpaling mempersoalkan jejak. sebab luka dan juga duka sepertihalnya daun jatuh pada tanah.
Netrahyahimsa Institute, 03122009
Gatot Arifianto. Nahdliyin. Sejumlah tulisannya dibukukan dalam buku, Merajut Jurnalisme Damai di Lampung, Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, 2012. Menelisik Korupsi Anggaran Publik 2013, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. NU Mengawal Perubahan Zaman, Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, 2015.
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua