Jemaah haji asal embarkasi Surabaya kembali menjadi korban kriminal di Masjidilharam. Jamaah itu, Khaerun Abdul Rozak, kehilangan uang Rp 8 juta dan pecahan RSS 155 yang berada di dalam tas yang dibawa kabur pelaku.
Kejadian yang berlangsung Jumat (6/11) kemarin berawal saat Khaerun mengantarkan lima jemaah perempuan yang hendak mengambil wudhu. Tiba-tiba ia didatangi seorang pria yang mengaku sebagai petugas haji dan menawarkan bantuan mengantarnya ke toilet pria.<>
Di tengah jalan, datang seorang pria dengan atribut menyerupai jemaah yang mengaku tersesat. Pria itu kemudian berlagak memeriksa tas dan identitas "jamaah" itu.
Kemudian ia meyakinkan Khaerun agar tasnya juga bisa diperiksa. Karena percaya, Khaerun menyerahkannya. Dengan alasan hendak diperiksa dalam sistem komputer, pria itu pergi sambil menjanjikan akan mengembalikan tasnya segera. Namun lama ditunggu, dia tak kunjung muncul.
Khaerun kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Sektor Khusus Masjidilharam.
Kepala Sektor Ali Saepudin menduga, antara pelaku dengan "jamaah" lain yang diperiksa sebelum Kaerun telah bersekongkol. Indikasinya, sehari sebelumnya ada jemaah yang kehilangan tas yang mirip dengan tas yang digunakan "jamaah" palsu itu.
"Tas jemaah yang hilang itu dijadikan alat untuk memudahkan aksinya," tambahnya. Ia mengimbau agar jemaah berhati-hati dengan orang yang tak dikenalnya, walaupun mengaku sebagai petugas. Ia meminta agar jemaah tidak cepat percaya dan tidak pernah menyerahkan tasnya ke pada siapa pun. (mch/nur)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua