Ahmadinejad : Islam Larang Miliki Senjata Nuklir
NU Online · Senin, 19 September 2005 | 05:56 WIB
Washington, NU Online
Islam melarang Iran memiliki senjata nuklir, demikian dikemukakan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam wawancara yang diterbitkan Minggu (18/9).
"Agama kami melarang kami memiliki senjata nuklir. Pemimpin agama kami melarang senjata itu dari sudut pandang hukum agama. Itu sebuah jalan tertutup. Kami bahkan tidak memerlukannya. Kami bisa menjamin keamanan kami dalam cara-cara lain," katanya dalam wawancara dengan mingguan Newsweek.
<>Ia menambahkan, sedikitnya 1.200 pemeriksaan telah dilakukan di Iran untuk meneliti program nuklir negara itu dan lebih dari 1.030 dokumen diserahkan ke Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang merupakan badan pengawas nuklir PBB. "Semua kamera IAEA dipasang di fasilitas kami, dan para pengawas IAEA bisa mengendalikan setiap tindakan di fasilitas kami. Kami telah membuktikan bahwa kami mematuhi peraturan," katanya.
Negara-negara Barat mencurigai bahwa program nuklir Iran merupakan upaya terselubung untuk membuat sebuah bom nuklir. Iran mengatakan, program itu hanya bertujuan untuk menghasilkan energi sipil dan mereka membantah memiliki ambisi militer dalam hal itu.
Di Teheran, Minggu, Ahmadinejad mengesampingkan membuat kelonggaran lebih lanjut terhadap para pengecam Iran, yang telah memperingatkan negara itu bahwa masalah tersebut bisa diajukan ke Dewan Keamanan PBB yang bisa memberlakukan sanksi-sanksi.
Ahmadinejad mengatakan, tawarannya mengizinkan keikutsertaan asing dalam pemeriksaan energi nuklir republik Islam itu sudah cukup untuk menghalau kecurigaan.(sk/Die)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
3
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
4
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
5
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
6
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
Terkini
Lihat Semua