Ahmadinejad: Sistem Pertahanan Rudal AS Ancam Asia
NU Online · Sabtu, 18 Agustus 2007 | 05:40 WIB
Sebuah sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang diusulkan digelar di Eropa tengah akan mengancam Asia, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Jumat (17/8) kemarin, pada pertemuan puncak regional di Bishkek, Ibukota Kyrgyzstan.
"Rencana semacam itu tidak saja mengancam satu negara. Rencana itu mengkhawatirkan sebagian besar benua, Asia," katanya pada pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), menurut terjemahan yang diberikan pihak penyelenggara.<>
Ahmadinejad mengatakan, 6 negara SCO, antara lain Cina, termasuk di antara yang terancam.
Pernyataan yang disampaikan dalam bahasa Parsi itu diterjemahkan secara serentak ke dalam bahasa Rusia dalam hubungan televisi yang disediakan penyelenggara pertemuan itu untuk wartawan.
Iran memiliki status pengamat di SCO, yang mencakup Cina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan.
Washington DC menyatakan, ambisi nuklir Iran merupakan salah satu alasan sistem pertahanan rudal itu diperlukan di Eropa tengah.
Pentagon ingin membangun sebuah stasiun radar di Republik Ceko dan sebuah tempat peluncuran di Polandia dengan 10 penyergap jarak jauh yang mampu menjatuhkan rudal.
Menurut Pentagon, sistem itu akan menjaga Eropa dari serangan-serangan rudal terbatas dari kekuatan-kekuatan militer yang lebih kecil seperti Iran, yang disebut-sebut Washington sedang mencapai sebuah kemampuan rudal nukir.
Pihak berwenang AS juga menyebut-nyebut Korea Utara sebagai ancaman yang akan datang.
Rusia memelopori penentangan atas rencana AS itu, dengan mengatakan bahwa sistem pertahanan tersebut akan mengganggu kekuatan besar rudal nuklir negara itu dan mengacaukan perimbangan militer strategis.
AS menolak hal itu dengan mengatakan bahwa Rusia bisa dengan mudah mengatasi sistem tersebut, demikian AFP. (ant/rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua