Warta

Aktivis NU Dirikan Madrasah Aliyah Abdurrahman Wahid

NU Online  Ā·  Senin, 11 Januari 2010 | 02:24 WIB

Bogor, NU Online
Wafatnya Presiden Republik Indonesia ke-4, KH Abdurrahman Wahid terus memberikan isnpirasi. Sejumlah aktivis muda NU di Bogor berkumpul sepakat untuk mendirikan Madrasah Aliyah (MA) yang diberi nama ā€œAbdurrahman Wahidā€.

Demikian kesimpulan rapat kerja para aktivis yang difasilitasi Elsas Foundation Jakarta, Ahad (10/1) kemarin di Villa Kampoeng, Bogor, Jawa Barat.

ā€œMA Abdurra<>hman Wahid adalah wujud kelanjutan dari Gus Dur sebagai tokoh inspirasi. Saya yakin nama beliau juga akan menginspirasi segenap civitas madrasah, khususnya bagi peserta didik,ā€ terang Hilmi Muhammadiyah, kandidat doktor Antropologi Universitas Indonesia, yang kesehariannya bekerja di Departemen Agama.

Sementara itu HM. Sulthan Fatoni MSi, Dosen FISIP Universitas Nasional menambahkan, ā€œTahun ini adalah fase kebangkitan generasi NU pasca Gus Dur. Sebagai upaya menjaga kontinuitas, anak seusia SMP dan SMA perlu dikenalkan Gus Dur, tokoh besar abad 21 yang lahir dari rahim NU, dan instrumennya melalui madrasah dan pesantren.ā€

Asrorun Niam Sholeh, Dosen Syariah Universitas Islam Negeri Jakarta menegaskan, infrastruktur pendiria MA itu sudah siap.

ā€œSudah tersedia gedung dua lantai di atas lahan 3.500 hektar, laboratorium bahasa, fisika, computer, peternakan, areal bisnis, dan sekarang dalam tahap penyelesaian mushalla dan pintu gerbang. Untuk SDM kami tidak kesulitan. Kami mohon doa agar rencana ini tidak ada perubahan,ā€ harapnya.

Forum rapat kerja aktivis NU tersebut dihadiri Hilmi Muhammadiyah, Asrorun Niam Sholeh, Sulthan Fatoni, Abdullah Masud, Ridlwan Taiyeb, Miftahul Huda, Dewi Ma’rifat dan beberapa aktivis muda lainnya. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang