Daerah HAJI 2026

Jamaah Haji Tertua 101 Tahun dan Termuda 15 Tahun Asal Aceh, MPU: Bukti Kuatnya Niat Ibadah

NU Online  ·  Ahad, 26 April 2026 | 12:00 WIB

Jamaah Haji Tertua 101 Tahun dan Termuda 15 Tahun Asal Aceh, MPU: Bukti Kuatnya Niat Ibadah

Ilustrasi jamaah haji tertua. (Foto: dok. Kemenag Aceh)

Banda Aceh, NU Online

Rentang usia calon jamaah haji asal Aceh tahun 1447 Hijriah/2026 menjadi sorotan. Jamaah tertua tercatat berusia 101 tahun, sementara yang termuda baru 15 tahun. Perbedaan usia yang jauh ini mencerminkan kuatnya niat beribadah, sebagaimana tercermin dalam semangat keduanya untuk menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa jamaah tertua bernama Ramlah, berasal dari Kota Langsa dan tergabung dalam Kloter 4. Sementara itu, jamaah termuda, Muhammad Alfaruq Addawami, berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan masuk dalam Kloter 14.


“Tahun ini calon jamaah tertua 101 tahun dari Langsa, dan termuda 15 tahun dari Bener Meriah,” ujarnya, pada Rabu (22/4/2026).


Menurut Arijal, keberagaman usia tersebut menunjukkan bahwa ibadah haji tetap menjadi cita-cita besar umat Islam tanpa mengenal batas usia. Secara keseluruhan, jumlah calon jamaah haji asal Aceh tahun ini mencapai 5.426 orang, dengan tambahan sekitar 1.500 jamaah cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan pembatalan keberangkatan.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menilai fenomena ini sebagai bukti kuatnya niat ibadah umat Islam Aceh.


“Ini menunjukkan bahwa semangat menunaikan ibadah haji tidak pernah pudar. Baik yang sangat muda maupun yang sudah lanjut usia, semuanya memiliki keinginan yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.


Abu Sibreh juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi para jamaah, terutama lansia yang memerlukan perhatian khusus selama menjalankan rangkaian ibadah haji.


“Kita berharap para jamaah, khususnya yang lanjut usia, mendapatkan pendampingan yang maksimal agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” katanya.


Selain itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan jamaah cadangan sebagai upaya antisipatif agar kuota keberangkatan tetap optimal.


“Ini langkah baik agar tidak ada kursi yang kosong, sekaligus memberikan kesempatan bagi jamaah lain yang sudah lama menunggu,” tambahnya.


Abu Sibreh juga menyinggung kondisi sebagian masyarakat yang masih terdampak bencana sehingga harus menunda keberangkatan haji tahun ini.


“Kita doakan yang belum berangkat karena berbagai kendala, termasuk bencana, agar diberikan kemudahan dan kesempatan di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.


Ia berharap seluruh jamaah haji asal Aceh dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.


“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Semoga semua jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan pulang membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan daerahnya,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang