Warta

Alumni Perguruan Tinggi Islam Harus Pegang Berbagai Posisi Penting

NU Online  ·  Sabtu, 20 Juni 2009 | 08:01 WIB

Batam, NU Online
Alumni perguruan tinggi Islam harus memegang berbagai posisi penting di negeri ini. Para alumni perlu memperluas bidang garapan dan memperbesar peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia ini.

”Sebenarnya peran-peran telah ada, terbukti alumni perguruan tinggi Islam telah melakukan diaspora intelektual, sehingga mampu memegang berbagai posisi penting di negeri ini, tetapi semua itu masih perlu terus dimaksimalkan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (Ika-Suka) Arvin Hakim Thoha dalam pembukaan Rakernas organisasi alumni ini di Batam, Sabtu (20/6).<>

Menurutnya, tujuan awal didirikannya perguruan tinggi Islam adalah untuk mendalami ajaran Islam serta mampu mengamalkan dalam kehidupan riil. Agama ditempatkan sebagai unsur mutlak dalam pembentukan watak dalam pembangunan nasional.

”Kalau selama ini peran kita seolah terpinggirkan, itu karena sistem politik yang meminggirkan peran kita dan juga ketidakpedulian kita terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini. Padahal di situlah tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial serta tanggung jawab moral kita pada rakyat dan bangsa ini,” katanya.

Sebagai perguruan tinggi yang sejak awal diniatkan sebagai wahana dalam pembentukan karakter berdasarkan moral Islam atau akhlakul karimah, maka sudah semestinya lembaga ini melahirkan alumni yang berbeda dengan perguruan tinggi lain yang tidak berbasis pada nilai keislaman.

”Dari situ bisa kita pahami kalau kemudian muncul berbagai profesi yang dipegang oleh alumni UIN sebagai politisi, pengusaha, birokrat aktivis sosial dan sebagainya. Karena mereka dididik dan menghayati nilai yang ditanamkan itu mereka akan menjadi politisi yang berkarakter, pengusaha yang bermoral, birokrat yang amanah,” kata Arvin.

Mensesneg yang juga Ketua Alumni ITB Hatta Radjasa dalam dalam kesempatan itu mengatakan, tidak ada peradaban maju di dunia yang tidak mendapatkan pengaruh dari peradaban Islam.

Menurutnya, para akademisi perguruan tinggi Islam di Indonesia bertugas membuktikan bahwa kesan-kesan negatif yang dialamatkan oleh negara-negara Barat terhadap Islam itu tidak benar. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang