Antisipasi Banjir, NU Tanam 12.000 Pohon di Kecamatan Panti
NU Online · Jumat, 16 November 2007 | 01:54 WIB
Jember, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) melalui Community Based Disaster Risk Management (CBDRM), mulai Kamis (15/10) kemarin, melakukan penanaman 12.000 pohon di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, daerah yang porak-poranda dikoyak banjir pada awal 2006 lalu.
Pohon yang terdiri dari jenis mahoni, sengon, petai dan mangga itu ditanam di sepanjang bantaran sungai Kaliputih di desa Kemiri, Sodung dan sekitar bekas lahan pesantren Al-Ihsan, Suci. Selama ini, lahan-lahan yang dipenuhi bebatuan yang dibawa arus banjir tersebut masih kosong, sehingga diharapkan kelak bisa menjadi hutan penyangga.
t;âYang juga penting adalah masyarakat diberi penyadaran betapa pentingnya melestarikan hutan, sehingga dengan sendirinya bisa mengurangi resiko dari sebuah bencanaâ, kata projeck manager CDBRM-NU, Avianto Muhtadi.
Selain menamam pohon, CDBRM-NU juga melatih puluhan santri yang diharapkan dapat menjadi kader yang selalu siaga dalam memberikan pertolongan terhadap korban bencana dan membimbing penyadran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan. Mereka sewaktu-waktu bisa diterjunkan ke arena bencana.
âKami bekerjasama dengan PCNU, telah merekrut puluhan santri dan pemuda dari berbagai daerah, terutama yang rawan banjir, dan mereka diberi pelatihan terkait ituâ, tambah Avianato.
Sementara itu, Sekretaris PCNU, H. Alfan Jamil, yang juga hadir dalam acara tersebut menegaskan, pihaknya sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan CDBRM-NU. Lebih-lebih, daerah yang rawan banjir hampir semua penduduknya adalah warga NU, baik itu di Silo, Panti maupun Tempurejo. âKami berharap sinergi ini terus dikembangkan dalam berbagai bentuk yang lebih menyentuh,â katanya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Consultan independent dari Ausaid, Canberra, Catherine Deane dan Iskandar Leman dari UND. Sekretaris PC. GP. Ansor, Hafidi Cholis dan puluhan kader siaga bencana, juga hadir. Mereka semua turun ke bnataran sungai di mana pohon ditanam (ary).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua