Ayatullah Kemenei: Shalat Dapat Membentuk Jiwa dan Kehidupan yang Sehat
NU Online · Kamis, 20 November 2008 | 04:39 WIB
Pelaksanaan ibadah shalat dengan seksama, benar, dan dibarengi penghayatan dan kekhusyukan adalah unsur utama untuk memperbaiki jiwa dan kehidupan seseorang.
Demikian dikatakan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada Rabu (19/11) kemarin, dihadapan peserta konferensi shalat ke-17, sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran IRIB.<>
"Syiar Islam, khususnya shalat, seyogyanya dapat mendominasi semua aspek kehidupan masyarakat. Menunaikan ibadah shalat dengan benar di sebuah masyarakat dapat menumbuhkan ketenangan individual dan sosial," ungkap pengganti kedudukan almarhum Ayatullah Khomaeni ini.
Khemenei menambahkan, bahwa shalat yang benar adalah di saat badan dan jiwa sempurna. Kebahagiaan dan kesengsaraan manusia terletak pada metode pengendalian hawa nafsu. Jika hawa nafsu dikendalikan dengan zikir dan mengingat Tuhan maka manusia akan mencapai titik kesempurnaan, namun jika hawa nafsu lepas kontrol maka yang timbul adalah kezaliman, kemungkaran dan perbuatan keji lainnya. Maka bisa dikatakan, bahwa shalat adalah asas peradaban manusia yang luhur.
Sebelum Kehemenei menyampaikan pidatonya, Hujjatul Islam Muhsin Qaraati sebagai penyelenggara konferensi ini melaporkan, konferensi ke-17 kali ini yang digelar di Universitas Tehran berhasil mengumpulkan 900 makalah ilmiah dan 700 karya seni yang berkaitan dengan shalat. (irb)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua