Warta

Banyak Kader ’Nyaleg’, Ansor Netral

NU Online  ·  Senin, 30 Maret 2009 | 01:13 WIB

Medan, NU Online
Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Medan Ibnu Hajar menegaskan, GP Ansor Kota Medan netral pada Pemilihan umum (Pemilu) 2009 baik Pemilu Legislatif 9 April 2009 maupun Pemilu Presiden yang direncanakan pada Juli 2009 mendatang. Hal ini terkait banyaknya kader yang menjadi calon anggota legislatif (nyaleg).

"GP Ansor Medan mencatat banyak kader-kader Ansor yang saat ini menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang tersebar dalam sejumlah partai politik sehingga sangat sulit dan tidak dimungkinkan untuk mendukung salah satu kader. Dan ini juga telah diatur dalam Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menyebutkan bahwa GP Ansor tidak terlibat dalam politik praktis,” ujar Ibnu Hajar kepada sejumlah wartawan, Ahad (29/3) di Hotel Madani Medan.<>

Ibnu yang ketika itu didampingi oleh sejumlah pengurus seperti Sekretris Abdul Jamil, Wakil Ketua Syafii, wakil Sekretaris Suwardi Sinaga dan Wakil Bendahara Amru Lubis menegaskan, pernyataan ini disampaikan kepada masyarakat sebab ada oknum-oknum tertentu yang mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari GP Ansor Kota Medan untuk duduk di kursi legislatif.

"Sekali saya nyatakan GP Ansor Kota Medan netral dalam Pemilu 2009,” ujar Ibnu Hajar. Ketika ditanya soal adanya kader GP Ansor Sumut yakni Machsin SH yang menjadi Caleg DPR-RI No 1 dari Partai Kebangkitan Nahdaltul Ulama (PKNU) dari Pemilihan Sumut 1, Ibnu kembali menegaskan GP Ansor Kota Medan tidak memberikan dukungan apapun. "Jadi sudah jelas ini, saya sampaikan kepada seluruh kader dan yang berada di Kota Medan , GP Ansor Kota Medan netral dalam Pemilu 2009,” ungkap Ibnu kembali.

Pada kesempatan itu Ibnu Hajar menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada pemungutan suara 9 April 2009 mendatang sebab dengan menggunakan suara berarti ikut mensukseskan Pemilu yang dananya sangat besar diambil dari uang rakyat.

"Masyarakat harus proaktif untuk melihat dirinya apakah sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) guna memastikan apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum dengan mendatangi KPPSnya masing-masing,” ujar Ibnu kembali.

Selain itu Ibnu juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan adanya money politik (politik uang) yang dilakukan pada detik-detik pelaksanaan pemungutan suara atau yang lebih dikenal dengan serangan fajar.

"Mari gunakan hati kita untuk memilih siapa yang tepat dan pas menjadi wakil kita di lembaga legislatif lima tahun yang akan datang,” ujar Ibnu. (tor)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang