Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH ShalahuddiN Wahid (Gus Sholah) memiliki cerita unik mengenai tanah makam kakak kandungnya, Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng Jombang.
Menurut Gus Sholah, selama ini pihak Pesantren Tebuireng telah melarang peziarah untuk tidak mengambil gundukan tanah dan bunga di atas pusara Gus Dur. Namun tetap saja para peziarah terus mengambili tanah dan bunga tersebut hingga terpaksa terus ditimbun lagi.<>
"Sampai akhirnya terpaksa kita pasang pagar dari tali. Namun itu pun tetap saja orang-orang terus melompat, hingga lama-lama rusak juga," terang Gus Sholah kepada NU Online ketika berkunjung ke meja redaksi NU Online, baru-baru ini, di Gedung PBNU Lt. 5. Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta.
Lebih lanjut Gus Sholah menuturkan, Karena pagar yang diperbaiki terus rusak, maka pihak pesantren berinisiatif untuk menempatkan penjaga yang melarang para pezizrah melewati pagar batas, apalagi untuk mengambil tanah atau bunga di atas pusara.
"Namun cara ini juga terbukti tidak manjur. Justru para peziarah memanfaatkan penjaga untuk minta diambilkan tanah dan bunga di pusara," terang Gus Sholah yang disambut derai tawa orang-orang di sekelilingnya. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua