Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar menyatakan lembaga pendidikan Dayah (Pondok pesantren) perlu melakukan pengembangan kurikulum melalui pendekatan ilmu pengetahuan umum sejalan dengan penerapan syariat Islam di Aceh.
"Ini perlu dilakukan dalam pembelajaran di dayah sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas alumni dayah di masa mendatang," katanya di Aceh Besar, Jumat. Pernyataan tersebut disampaikan usai memberi khutbah sholat Jum’at di masjid pondok pesantren Ruhul Fatah, Pimpinan Tgk H. Muchtar Luthfi Aw (Abon Seulimum) Seulimum, Aceh Besar.<>
Dayah Ruhul Fatah merupakan salah satu dari sejumlah dayah salafi yang terdapat di provinsi ujung paling barat Pulau Sumatera itu kini sedang mendidik sebanyak 800 santri laki-laki dan 653 santriwati (perempuan).
Penerapan kurikulum pengetahuan umum baru 30 persen. Artinya kurikulum di dayah sekarang juga mengajarkan pengetahuan umum, namun perlu dilakukan pengembangan lebih mendalam agar santri lebih paham dan cerdas di masa mendatang.
Menurut dia, pengembangan kurikulum tersebut dapat dipelajari pada arsip sejarah yang tersimpan di Pondok pesantren Tanoh Abee, Seulimum, Aceh Besar.
Di pihak lain dia mengatakan, peran ilmu pengetahun dan tehnologi juga perlu dimasukkan dalam kurikulum dayah, sebagai upaya memberi pengetahuan tambahan bagi para santri.
"Semua ilmu pengetahuan terdapat dalam Al Qur’an, tinggal lagi bagaimana kita mempelajari dan mengaplikasikannya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari," katanya.
Pemerintah Aceh berupaya maksimal memberi perhatian terhadap pengembangan dayah di masa mendatang sejalan dengan pemberlakuan syariat Islam di Aceh. (ant/mad)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua