Dewan Garda, badan pemilu tertinggi Iran, memutuskan tidak ada kecurangan dalam pemilu Iran 12 Juni lalu, dan dengan demikian tidak ada pilpres ulang. Demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran, Selasa (23/6), mengutip seorang juru bicara Dewan Garda.
Pengumuman ini disampaikan sehari setelah Dewan Garda mengakui adanya pemilu yang tidak sesuai aturan di 50 distrik, termasuk adanya penghitungan suara yang melebihi jumlah pemilih.<>
Namun, Dewan Garda mengatakan, masalah itu tidak sampai mempengaruhi hasil pemilu. Pekan lalu, Dewan Garda setuju untuk menyelidiki dugaan kecurangan yang disampaikan capres kalah, Mir Hossein Mousavi.
"Dewan tidak menemukan banyak kecurangan dalam pemilu. Oleh karena itu, tidak ada kemungkinan pembatalan (hasil pemilu)," kata juru bicara Dewan Garda, Abbas Ali Kadkhodaei, kepada Press TV.
Para pendukung kelompok oposisi menuduh terjadi kecurangan sistematis dan menuntut pilpres ulang dalam demo besar-besaran hampir setiap hari. Mereka menolak kemenangan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Namun, dengan keputusan Dewan Garda tersebut, pemerintah Iran dipastikan menutup pintu kompromi. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga telah mengakui kemenangan Ahmadinejad dan memerintahkan demonstran menghentikan aksi. (nur/kcm)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua