Diusulkan, Simpanan Hari Tua bagi Guru Madrasah NU
NU Online · Senin, 14 November 2011 | 07:22 WIB
Kudus, NU Online
Bagi guru Ma’arif NU, pengabdian dan perjuangan menjadi modal utama saat mengajar anak didik di Madrasah. Mereka tidak lagi memikirkan tunjangan maupun kesejahteraan kecuali kesabaran dan keikhlasan.
Menyadari hal tersebut, terlontar usulan perlunya simpanan hari tua bagi guru madrasah di bawah naungan lembaga pendidikan Ma’arif NU. Tujuannya, untuk menjadikan bekal kesejahteraan guru pada hari tua pasca purna pengabdiannya.
<>
Usulan itu disampaikan Ketua Lakpesdam NU Kudus H Asyrofi Masyito dalam forum Muhasabah Nahdliyin yang diselenggarakan Lakpesdam NU Kecamatan Gebog, Sabtu (12/11) lalu.
Menurut Asyrofi, simpanan ini perlu dipikirkan lembaga pendidikan Ma’arif NU Kudus sebagai jaminan kesejahteraan hari tua pahlawan tanpa tanda jasa di kalangan NU.
“Upaya ini merupakan bentuk penguatan sumber daya NU mengangkat nasib guru madrasah yang memiliki tanggung jawab besar terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Terkait prakteknya, kata mantan Ketua DPRD Kudus ini, masing-masing guru harus memiliki kesadaran menyimpan uangnya dari bisyaroh yang diterima tiap bulan kemudian dikelola lembaga Ma’arif.
“Teknisnya, bendahara madrasah memotong bisyaroh bulanan dengan ketentuan nominalnya sebagai tabungan dan disetor kepada lembaga Ma’arif untuk mengelolanya. Ini untuk kemudahan pengumpulannya saja,” usul Asyrofi.
Sekarang ini, jumlah guru madrasah di bawah naungan lembaga Ma’arif NU Kudus secara keseluruhan mencapai 5.000 orang lebih. “Ini sangat potensial untuk diberdayakan dan disejahterakan,” tandas Asyrofi.
Wakil ketua PC LP Ma’arif Kudus Ali Asyhari merespon positif usulan tersebut. Ia menyarankan untuk menopang beban kebutuhan sehari-hari, guru madrasah bisa memanfaatkan lembaga keuangan yang dikelola NU semacam koperasi warga NU (Kowanu).
“NU Kudus ada Kowanu, ditingkat MWC juga banyak koperasi berdiri. Saya kira itu bisa membantu bila kita bisa memanfaatkannya,” ujar Asyhari di depan peserta Forum Muhasabah Nahdliyyin.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Qomarul Adib
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua