Kongres gay atau lesbi akan digelar di Surabaya. Namun FPKB meminta kepolisian dan Pemkot Surabaya agar meninjau ulang kegiatan tersebut.
"Acara ini harus ditinjau ulang apabila akan dilaksanakan di Indonesia. Pemerintah provinsi maupun pemerintah kota Surabaya supaya meninjau kembali perizinannya," kata Ketua FPKB Marwan Ja'far di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jum'at (26/3).<>
Menurut Marwan, banyak kalangan yang sudah menolak karena Indonesia bukan negara liberal. Indonesia masih menjunjung tinggi nilai ketimuran dan nilai keagamaan.
"Kepolisian harus meninjau kembali. Apalagi tempatnya di Surabaya. Yang menjadi barometer religius. Bukanlah tempat yang tepat," ujarnya.
Marwan mengatakan, sebaiknya acara kongres gay dan lesbi ini dilaksanakan di luar negeri saja.
"Sebaiknya ditinjau ulang tempat dan acaranya," pintanya. (ful)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
5
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
6
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Terkini
Lihat Semua