Gerakan Anti-Tahlil Tidak Hanya Masalah Peribadatan, tapi Juga Politik
NU Online · Ahad, 31 Mei 2009 | 09:23 WIB
Maraknya gerakan anti-tahlil dan anti ritual-ritual keagamaan khas Nahdlatul Ulama (NU), ternyata tak hanya masalah yang bersifat peribadatan, melainkan juga sarat muatan politik. Sebab, gerakan itu juga disokong kekuatan partai politik tertentu.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, kepada wartawan di sela-sela Rapat Kerja Nasional organisasi itu di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5) siang.<>
"Tiba-tiba mereka (kelompok/gerakan anti-tahlil dan anti ritual-ritual keagamaan khas NU), mengharamkan tahlil, melarang Maulid Nabi, melarang solawatan. Itu bukan masalah peribadatan semata, tapi ternyata, kalau 'ditarik-tarik' (baca: ditelusuri), juga berkaitan dengan politik," terang Khofifah.
Anggota Muslimat NU di tingkat basis, menurut dia, sesungguhnya sudah cukup memahami bahwa gerakan itu juga bernuansa politik. "Itulah yang disebut gerakan keagamaan yang 'digandeng' dengan gerakan politik," pungkasnya.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar NU, KH Hasyim Muzadi, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, saat ini, amaliah warga NU sedang 'berhadapan' dengan paham Wahabi.
"Mereka (Wahabi) mengharamkan tahlil, Maulid Nabi, dan lain-lain yang merupakan tradisi ritual warga NU. Gerakan mereka cukup kuat dan solid karena juga didukung partai politik," terangnya.
Ia menambahkan, persoalan itu menjadi semakin serius, salah satu sebabnya adalah tidak maksimumnya peran partai politik yang didirikan NU. 'Partai NU' tidak mampu mengimbangi gerakan yang diperankan parpol penyokong gerakan Wahabi tersebut.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang didirikan untuk mendukung perjuangan NU, katanya, kini justru berjarak cukup jauh dengan NU, baik secara visi,misi maupun strategis dan taktis. "PKB mengalami kegagalan dalam prosesnya, sehingga semakin 'mengecil' dan semakin berjarak dengan NU," jelasnya. (rif)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua