Giliran Pesantren Khoiriyah Hasyim Galakkan Program Telekonferensi
NU Online · Senin, 30 Maret 2009 | 11:01 WIB
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, sebuah yayasan pesantren yang dirintis oleh Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim As’ary mulai menggalakkan program komunikasi jarak jauh atau telekonferensi untuk memacu perkembangan pendidikannya.
Peresmian program ini dilakukan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh Ahad (29/3) kemarin. Menurut Menkominfo, program telekonferensi ini bertujuan untuk mengapresiasi kalangan pondok pesantren yang mengadopsi kemajuan teknologi informasi dalam pendidikan para santri.<>
Menkominfo menyampaikan apresiasi luar biasa atas inisiatif Yayasan Khoiriyah Hasyim dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab perkembangan dan tantangan zaman melalui penguasaan teknologi informasi (TI). Karena dengan begitu, generasi muda di masa mendatang akan mampu mengisi pembangunan dengan pola pikir yang profesional dan positif.
Pemerintah, katanya, memberikan apresiasi positif pondok pesantren yang turut serta membantu membangun bangsa, dan membentengi masyarakat dari semua pengaruh yang tidak benar.
Kepada para santri, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu berpesan agar senantiasa memperdalam berbagai disiplin ilmu. “IT itu mudah dipahami, syaratnya mau belajar dan terus belajar. Pahami terus berbagai disiplin ilmu yang ada, niscaya santri-santri ini akan mampu menjadi yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pondok,” ujarnya.
“Yang tidak kalah penting, hilangkan kesan bahwa IT itu mahal”, ujarnya. Sebagai bukti bahwa IT tidak mahal, hampir semua alun-alun sekarang juga dilengkapi dengan hotspot.
Dengan nada kelakar, ia juga mendorong agar pesantren tidak kalah dengan alun-alun. “Kalau pesantren belum mampu mengusahakan hotspot, mungkin Telkom bisa membantu”, ujarnya sambil melirik dua orang pejabat Telkom yang juga hadir pada kesempatan itu.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim, Luqman Hakim menyatakan, pondok pesantren dan madrasah di lingkungan Yayasan Khoiriyah Hasyim telah berdiri sejak 1921. "Pesantren dan madrasah ini didirikan oleh KH Maksum Ali dan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim", ujarnya.
Sementara itu, telekonferensi pendidikan merupakan program yang diadopsi oleh pondok pesantren ini sejak akhir November lalu. "Inisiatif program ini berasal dari Gerakan 1000 Guru, yang berisi sekumpulan mahasiswa dan profesional Indonesia di luar negeri yang ingin membantu percepatan peningkatan level pendidikan di Indonesia", tuturnya.
Alumnus IAIN Sunan Kalijaga ini menambahkan, Nyai Hj Khoiriyah Hasyim dulu dikenal luas karena selalu mengikuti pengajian santri putra yang diasuh ayahnya (Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari) dari balik tabir pembatas.
"Sebagai generasi penerus beliau, kami memaknai tabir pembatas keilmuan santri yang tinggal di dusun kecil bernama Seblak ini harus ditembus dengan memanfaatkan teknologi informasi. Karena itu pula kami menyambut antusias ketika Gerakan 1000 Guru menggandeng Seblak sebagai madrasah rintisan kedua program teleconference setelah SMAN 1 Pati Jawa Tengah", imbuhnya.
Dalam peresmian teleconference tersebut juga dipaparkan serangkaian program yang dirintis Gerakan 1000 Guru. "Selain teleconference, kami juga merintis pengembangan video pendidikan dan sister school", ujar Teguh Dartanto, sekretaris Gerakan 1000 Guru yang sedang menempuh program pascasarjana di Hitotsubashi University Jepang.
Tampak hadir dalam acara yang dirangkai dengan peresmian Sekolah Menengah Kejuruan Plus Khoiriyah Hasyim Pembina Yayasan Khoiriyah Hasyim yang juga Pengasuh PP Tebuireng KH Salahuddin Wahid, dr Ali Faisal (Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari Tebuireng), Suwanto M.Si (Kepala Dinas Infokom Pemprov Jatim), dan Munif Khusnan (Plt Sekkab Jombang).
Selain itu, tampak pula Junior Manager PT Telkom Jombang Tjatur dan Officer Application and Content PT Telkom Hari Usmayadi. Beberapa pengasuh pesantren yang termasuk keluarga besar (dzuriyah) Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari juga tampak hadir menyaksikan peresmian telekonferensi tersebut. (nam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua