Bogor, NU Online
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tengah menghadapi ancaman nyata berupa semakin mewabahnya gerakan radikal dan faham fundamental, yang menggugat kembali eksistensi dan kelangsungan negara.
Demikian diutarakan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor, Zaenul Mutaqin dalam perbincangan dengan NU Online di Bogor, Selasa (28/6).
Zaenul Mutaqin mengemukakan, eksistensi dan kelangsungan NKRI kini tengah menghadapi ujian yang sangat berat. Berbagai faham dan ajaran keagamaan baru yang datang dari luar, banyak yang menggugat NKRI. "Banyak aliran dan faham baru yang menggugat NKRI, Pancasila, UUD 1945 maupun Bhineka Tunggal Ika. Ini merupakan ancaman yang sangat nyata yang harus diwaspadai bersama," tegas Zaenul.<>
Oleh karena itu, sebagai upaya membentengi generasi muda Kota Bogor dari faham-faham keagamaan yang bertentangan dengan semangat NKRI, GP Ansor Cabang Kota Bogor menggelar kegiatan Pendidikan Kader Dasar (Diklatsar) yang dilangsungkan selama tiga hari, yakni mulai Sabtu hingga Senin (25-27/6).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Yayasan Pendidikan Islam Al-Hamidi, Kecamatan Tanahsareal, dan diikuti 250 orang yang berasal dari 68 kelurahan dan 6 kecamatan se-Kota Bogor.
Dikaltsar GP Ansor Kota Bogor menghadirkan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid sebagai narasumber. Narasumber lainnya yaitu walikota Bogor yang diwakili kepala kantor Dispora, Dandim Bogor, Kapolsek Tanahsareal, dan kepala Kantor Kemenag Kota Bogor.
Menurut Zaenul, GP Ansor siap mengemban kodrat yang dimiliki NU sebagai pengawal setiap NKRI. "NU ditakdirkan terlahir sebagai perumus ideologi bangsa dan pengawal setia NKRI. Karena itu, kami siap mengawal NKRI dari ancaman apapun hingga kapanpun," ujar pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor.
Dia menegaskan, "NKRI merupakan hasil ijtihad politik ulama Nusantara yang dipelopori oleh NU. Karena itu, Ansor akan mengawal hasil ijtihad para ulama pendiri NKRI untuk saat ini dan seterusnya"
Sekretaris PC GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat menambahkan, kegiatan Diklatsar tersebut mengetengahkan tema pelestarian budaya Islam tradisional. Pasalnya, Islam tradisional ala Nusantara terbukti mampu berakulturasi dengan kebudayaan lokal. Selain itu, Islam tradisional Indonesia juga sangat ramah dengan keragaman serta memiliki komitmen dalam merawat kelangsungan NKRI.
"NKRI harus diperatahankan bersama. GP Ansor siap menghadapi siapapun yang akan mencabik-cabik keutuhan dan merongrong kelangsungan NKRI," tegas Rachmat.
Redaktur    : Syaifullah Amin
Kontributor : Ahmad Fahir
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
4
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua