Semarang, NU Online
Sebagian guru agama Islam belum memahami prosedur pengumpulan portofolio sebagai syarat mengikuti sertifikasi guru agama dalam jabatan, kata Ketua Penyelenggara Sertifikasi Rayon 06 IAIN Walisongo, Prof. Dr. Ibnu Hadjar, M. Ed.
"Ada kesan sebagaian guru kurang memahami prosedur, misalnya banyak dokumen yang tidak dilegalisir dan piagam sebagai pemakalah namun tidak melampirkan makalahnya sehingga tidak ada bukti," katanya di Semarang, Kamis.
Ia menyebutkan, sebanyak 2.083 guru agama Islam di Jawa Tengah mengikuti sertifikasi guru agama dalam jabatan tahap II tahun 2007 di Rayon 06 IAIN Walisongo Semarang.
Sejumlah guru yang mengikuti sertifikasi tersebut terdiri dari 1.146 guru madrasah, 906 guru di sekolah umum, dan 31 guru agama di madrasah pesantren yang disetarakan. Menurut dia, jumlah guru yang diikutkan dalam sertifikasi tahap II 2007 jauh lebih banyak dari tahap I yang hanya berjumlah 313 guru.
Ia mengatakan, dari kuota 313 guru yang ikut sertifikasi tahap I 2007 di Rayon 06 IAIN Walisongo yang dinilai hanya 309 guru dan lulus sebanyak 61 guru. Pada tahap I, katanya, banyak yang tidak lulus karena tidak memenuhi standar. Kemungkinan mereka kurang memperhatikan dokumen yang seharusnya dimiliki, misalnya ketika ikut seminar atau pelatihan tidak mengambil piagam dan ketika dibutuhkan dalam portofolio ini tidak bisa menunjukkan.
Untuk guru swasta, katanya, kesempatan mengikuti kegiatan seminar atau pelatihan sangat terbatas sehingga mereka tidak mempunyai piagam, akibatnya nilainya akan rendah dan tidak memenuhi standar.
Ia menyebutkan, seorang guru dinyatakan lulus harus mengumpulkan nilai minimal 850. "Kalau tidak lulus tetapi telah mendapat nilai 800 ke atas maka akan diminta melengkapinya," katanya.
Menurut dia, sertifikasi guru tahap II di IAIN Walisongo banyak yang terlambat mengumpulkan portofolio, terutama guru agama di sekolah umum karena ada pengalihan kewenangan dari Dinas pendidikan ke Depag.
"Seharusnya pengumpulan dokumen terakhir sebelum Lebaran, namun kita beri toleransi hingga akhir Oktober 2007, karena tidak semua kesalahan pada guru tetapi karena keterlambatan informasi. Hingga hari ini yang belum mengumpulkan portofolio sekitar 10 persen," katanya. (ant/kut)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua