Mantan Presiden Republik Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berpendapat, Islam tidak dapat sama sekali dipisahkan dari politik. Bagaimana pun juga Islam tetap membutuhkan politik untuk tetap eksis dan menyumbangkan kemajuan dan keteraturan bagi umat manusia di dunia.
Pendapat ini disampaikan Gus Dur ketika mengisi pengajian rutin di Pesantren Ciganjur, Komplek Wahid Hasyim Jl. Warung Silah Jakarta Selatan, Sabtu (16/5). Menurutnya, Islam bahkan diperlukan oleh politik untuk mengerem moral para politisi.<>
"Kita tahu, para politisi semuanya bajingan. Nah, Islam justru berfungsi untuk membentuk akhlakul karimah (moral yang baik) agar mereka tidak terlalu mementingkan diri sendiri," kata Gus Dur dalam pengajian yang di gelar di Masjid Al-Munawwaroh ini.
Lebih lanjut Gus Dur menyatakan, Mestinya umat Islam dapat bekerja sama dengan baik agar kepentingan dakwah dan duniawi mereka dapat terwujud dengan selaras. Umat Islam tidak dapat berharap sepenuhnya dari para politisi.
"Jika mengandalkan politisi untuk mencapai tujuan terciptanya masyarakat Islam, maka sama saja dengan menunggu sebuah kebohongan menjadi kebenaran," tandas Gus Gus Dur. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
6
Gelar Istighotsah, Gus Yahya Ajak Nahdliyin Niatkan Perjalanan ke Muktamar sebagai Ibadah
Terkini
Lihat Semua