Kasus pembajakan kitab Sirajut Thalibin karya Syekh Ihsan Jampes, terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak Kurang dari mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga mengecam pembajakan salah satu mahakarya Ulama Nusantara tersebut.
Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tiga kali ini, para ulama Indonesia mestinya turut memperjuangkan kebenaran dengan mengungkapkan hal yang semestinya. Gus Dur menyarankan agar dapat diperjuangkan juga melalui birokrasi resmi, yakni kedutaan Republik Indonesia di Lebanon.<>
"Hal itu (pembajakan) harus diurus, memang harus diperjuangkan," kata Gus Dur kepada NU Online di kediamannya, Jalan Warung Silah No. 10 Ciganjur Jakarta, Rabu (5/8).
Namun Gus Dur justru kurang sependapat jika tindaklanjut penelelusuran ini dilakukan melalui Departemen Agama (Depag). Menurutnya, Depag justru akan menjadikan masalahnya tambah rumit.
"Kalau mengajak Departemen Agama malah tambah susah, namun tetap harus diperjuangkan," tandas Gus Dur.
Lebih lanjut, Gus Dur juga mencontohkan karya Abu Bakar Aceh mengenai KH Abdul Wahid Hasyim yang dibeli hak ciptanya oleh Depag. "Itu seperti buku Abu bakar Aceh mengenai Ayah saya, KH Abdul Wachid Hasyim, yang justru dibeli oleh Depag," terang Gus Dur.
Disinggung mengenai tingkah beberapa penerbitan yang seringkali tidak memberikan kompensasi royalti kepada para ahli warisnya, Gus Dur menyatakan, hal ini bukan kasus baru. "Dimana-mana kelakuan percetakan ya begitu-itu," katanya. (min)
Terpopuler
1
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
5
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
6
Kemenhaj Kaji Biaya Haji 2027, Pertimbangkan Faktor Pelemahan Rupiah dan Harga Avtur
Terkini
Lihat Semua