Jakarta, NU Online
Mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, kurban yang paling berat bagi negara dan rakyat Indonesia adalah adalah menentukan arah masa depan bangsa.
Gus Dur mengemukakan hal itu saat menyampaikan ’tausiyah’ Iduladha di Mesjid Jami’ Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis.
Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan, perayaan Iduladha semestinya tidak hanya dimaknai dengan memberikan kurban binatang saja. Dalam perspektif yang lebih luas lagi, katanya, ibadah, salat dan pengorbanan lainnya, termasuk memikirkan masa depan bangsa, juga bagian dari kurban.
Dengan semangat Idul Adha, yang juga disebut Hari Raya Kurban, katanya, bagaimana mengurangi jumlah kaum miskin yang kian bertambah banyak. "Apa yang kita inginkan harus diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih melarat atau di bawah garis kemiskinan," katanya.
"Ini yang terpenting. Ternyata saat ini banyak pembangunan yang salah arah," kata presiden RI keempat tersebut. (ant/mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua