Jateng

Geruduk SPPG, Rakyat Pati Protes Menu MBG Hanya Senilai Rp5000

NU Online  ·  Ahad, 1 Maret 2026 | 09:00 WIB

Geruduk SPPG, Rakyat Pati Protes Menu MBG Hanya Senilai Rp5000

Sejumlah warga menggelar aksi damai di depan SPPG Tlogowungu 1, Pati, Jumat (27/2/2026), memprotes menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai anggaran. (Foto: Angga Saputra/LTNNU Pati)

Pati, NU Online

Rakyat Pati yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi damai di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1, Kabupaten Pati, Jumat siang (27/2/2026).


Mereka memprotes menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hanya senilai Rp5.000, tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.


Aksi dimulai dari depan GOR Tlogorejo sebelum massa bergerak menuju kantor SPPG Tlogowungu 1. Meski diikuti beberapa orang, aksi tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan Pati-Tlogowungu.


Koordinator aksi Muhammad Ali Sobbri membeberkan temuannya terkait menu yang diterima siswa. Paket makanan berisi satu buah jeruk kecil, empat butir telur puyuh, dan satu keping roti kering.


Sobbri menjelaskan bahwa berdasarkan harga pasar, paket tersebut hanya bernilai sekitar Rp5.000, sedangkan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp8.000.


"Menu yang dibagikan ke anak-anak katanya Rp8 ribu. Tapi kami buktikan di lapangan, itu hanya sekitar Rp5 ribu. Sisa Rp3 ribu itu ke mana?” katanya, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.


Selain mempersoalkan nilai paket makanan, ia juga mengaku menerima laporan dari siswa terkait kualitas buah yang dibagikan.


“Kami dapat konfirmasi ada jeruk yang busuk. Lalu ketika kami minta dihadirkan ahli gizi, kenapa tidak ada? Seharusnya ahli gizi standby untuk memastikan makanan itu layak atau tidak,” ucapnya.


Sobbri menegaskan, apabila tidak ada perbaikan maupun penjelasan resmi dari pihak terkait, aliansi akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.


Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala SPPG Tlogowungu 1 Fikky Adrian Listyanto menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik masyarakat. Namun, ia membantah adanya penggelembungan harga dalam program MBG.


"Pagunya adalah Rp7.900. Kami bekerja sesuai aturan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) dan pertanggungjawaban kami tetap mengikuti regulasi yang ada," jelas Fikky.


Baca selengkapnya di sini

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang