Gus Dur: Umat Islam Terlalu Emosional Tanggapi Pidato Paus
NU Online · Kamis, 21 September 2006 | 09:00 WIB
Semarang, NU Online
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai, umat Islam terlalu emosional menyikapi pernyataan Paus Benediktus XVI saat menyampaikan pidato di kampus Universitas Regensburg, Jerman pada Selasa (12/9) lalu.
"Pernyataan Paus kok diributkan. Tidak ada apa-apa gitu kok. Orang Islam saja yang terlalu emosional," katanya Gus Dur di sela-sela Seminar Peran Pemuda dan Tokoh Agama Dalam memelihara Persatuan dan Kesatuan NKRI, di Balai Diklat Srondol, Semarang, Kamis (21/9).
Menurut dia, Paus hanya menyitir apa yang diucapkan atau pernyataan Kaisar Bizantium, Manuel II Palaiologos (1341-1391) saat berdialog dengan seorang Persia terpelajar.
"Dia (Paus, red) hanya ingin menyitir apa yang diucapkan seorang Kaisar Bizantium. Tapi, sebenarnya pendapatnya tidak seperti itu," katanya.
Gus Dur menegaskan, umat Islam tidak perlu emosional, apalagi Pemimpin Tertinggi Umat Katolik itu telah menyesal dan meminta maaf.
"Permintaan maaf Paus sudah cukup. Bahkan, lebih dari cukup," kata Gus Dur.
Kontroversi dan reaksi atas pernyataan Paus Benediktus XVI muncul menyusul pernyataannya saat menelaah perbedaan Islam dan Kristen secara historis dan filosofis, dan hubungan kekerasan dengan agama dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Bavaria, Jerman.
Paus Benediktus XVI kemudian secara implisit menyebutkan keterkaitan Islam dengan kekerasan, khususnya dengan jihad atau perang suci.
Paus mengutip pernyataan Kaisar Bizantium, Manuel II Palaiologos (1341-1391) saat berdialog dengan seorang Persia terpelajar yang menyatakan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad adalah kejahatan dan tidak berperikemanusian.
"Tunjukkan kepadaku ajaran baru yang dibawa Muhammad, dan anda bakal menemukan kejahatan dan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan, sebagaimana perintahnya menyebarkan ajaran itu dengan pedang," kata Paus mengutip sang Kaisar.
Kaisar Manuel II menyatakan hal itu di saat ia sedang gusar akibat kekaisarannya mulai melemah di tengah menguatnya gelombang Islam, di mana Usmaniah (Ottoman) telah mengusai sebagian besar wilayah kekuasaan Kristen Romawi Timur, Bizantium (kini Turki). (ant/sam)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
Terkini
Lihat Semua