Gus Mus: Masyarakat Berhak Mengerti Permasalahan Sebenarnya
NU Online · Senin, 2 November 2009 | 02:47 WIB
Semua persoalan yang terjadi di antara lembaga-lembaga negara semestinya tidak perlu ditutup-tutupi. Karena masyarakat berhak berhak mengerti tentang apa yang sesungguhnya terjadi agar tidak muncul kecurigaan yang macam-macam.
Demikian dinyatakan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, menanggapi silang sengketa antara Polri dan KPK saat ini, Ahad (1/11). Gus Mus berharap para pengelola negara memiliki sifat ksatria yang membuka transparansi masalah kepada publik.<>
"Harus dijelaskan kepada masyarakat secara transparan dan jangan ada yang ditutup-tutupi. "Jika semuanya bisa diketahui, tentu tidak ada kecurigaan macam-macam," ujarnya.
Menurut Gus Mus, mestinya pemerintah bersikap adil, antara memperlakukan para koruptor dan para teroris. Gus Mus juga menyoroti tindakan Polri yang langsung tembak di tempat ketika menangkap para teroris.
"Sedangkan pemberantasan terhadap korupsi, hingga kini tidak bisa seperti halnya pemberantasan terhadap teroris tanpa kenal ampun. Bahkan, anggota teroris yang tertangkap langsung ditembak," tandas Gus Mus. (min)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua