Gus Sholah Siap Berdayakan Warga Nahdliyin
NU Online · Sabtu, 13 Februari 2010 | 09:20 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) berharap warga Nahdliyin dapat meningkat taraf hidupnya. Menurut Gus Sholah, upaya peningkatan taraf hidup ini juga dapat dibantu melalui upaya-upaya legal yang dulakukan oleh struktur pengurus Nahdlatul Ulama.
Demikian dinyatakan oleh Gus Sholah dalam perbincangan dengan NU Online di jakarta baru-baru ini. Apabila terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) Gus Sholah siap mengupayakan segala cara melalui jalur struktural untuk meningkatkan taraf hidup warga Nahdliyin.<>
"Kita akan memaksimalkan peran para pengurus lembaga-lembaga ekonomi NU untuk benar-benar terjun langsung membantu kelancaran proses usaha perekonomian warga NU. Saya mengerti banyak sekali uasha-usaha ini telah dilakukan, namun masih dalam lingkkup lokal yang parsial," terang Gus Sholah.
Karenanya Gus Sholah berharap, pada struktur PBNU yang membidangi maslah ekonomi, nantinya dapat dipilih orang-orang yang secara riil tarlibat dalam dunia usaha. Sehingga pengurus lembaga ekonomi NU nantinya dapat benar-benar menggerakkan perekonomian warganya. Bukan hanya mencarikan modal namun tidak dapat mengontrolnya secara berkesinambungan.
"Nahdliyin banyak memiliki potensi ekonomi dan sumberdaya yang sangat memadai dalam menggerakkan perekonomian warganya. Kedepan sektor inilah yang harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh agar warga Nahdliyin dapat berdaya dengan sepenuhnya dan berdiri di atas kakinya sendiri," jelas Gus Sholah.
Lebih lanjut Gus Sholah menuturkan, lembaga perekonomian NU misalnya, dapat saja mendirikan badan usaha perdagangan, dan perusahaan-perusahaan industri yang secara riil bergerak untuk mencari keuntungan perdagangan atau produksi.
"Jika ini dilakukan secara massif dan dilindungi oleh NU secara kelembagaan, tentu akan warga Nahdliyin akan menjadi tuan di negeri sendiri," tandas Gus Sholah. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua