Hasyim Beda Pendapat dengan Kalla Soal Demokrasi, Tujuan atau Alat
NU Online · Selasa, 4 Desember 2007 | 02:07 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berbeda pendapat dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla soal apakah demokrasi merupakan tujuan akhir atau hanya sekadar alat. Menurutnya, demokrasi adalah metode untuk mencapai dan mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Demokrasi itu metode, bukan alat, bukan tujuan pula. Tujuannya adalah masyarakat yang adil dan sejahtera,” ujar Hasyim kepada wartawan usai penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama (MoU) antara PBNU, Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (3/12).<>
Ia mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Wapres Kalla saat penutupan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar pada 26 November 2007. Kalla mengatakan, demokrasi hanya alat dan cara, bukan tujuan, sehingga dapat dinomorduakan. Tujuannya adalah kesejahteraan rakyat.
Hasyim berpendapat, meski merupakan metode, namun, jangan sampai demokrasi menjadi dipaksakan untuk dipakai bangsa Indonesia. Menurutnya, biarkan demokrasi itu tumbuh dan berkembang secara alamiah di negeri ini seiring perkembangan zaman.
“Kalau sekarang, kan tidak. Sekarang ini, rakyat di-drop (dipaksa untuk menerima) demokrasi. Sementara, orang-orang masih banyak yang kelaparan,” pungkas Hasyim yang juga mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2004 silam.
Sebelumnya, mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), juga berbeda pendapat dengan Wapres Kalla. Menurut Gus Dur, Kalla hanya memikirkan diri sendiri. "Dia hanya memikirkan dirinya sendiri sebagai pengusaha," kata Gus Dur di Jakarta, Sabtu (1/12) lalu. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua