Hasyim Ingin NU-Muhammadiyah Rayakan Tahun Baru Hijriyah Bersama
NU Online · Kamis, 10 Januari 2008 | 23:30 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menginginkan agar NU dan Muhammadiyah dapat merayakan Tahun Baru Hijriyah secara bersamaan pada setiap tahunnya. Hal itu perlu dilakukan agar perayaan tahun baru yang juga dikenal Tahun Baru Islam itu lebih meriah dan Islami.
Hasyim mengatakan hal itu dalam pertemuan antara NU dan Muhammadiyah di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (10/1). Hadir juga dalam acara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan beberapa pengurus teras lainnya.<>
âSaya usul, kalau memang Muhammadiyah setuju, mulai sekarang dirancang untuk syiar Muharram tahun depan. Sehingga, pada tahun depan, langsung action (bertindak), tidak talk only (tidak hanya bicara),â ujar Hasyim.
Hasyim mengaku prihatin pada setiap perayaan Tahun Baru Masehi lebih meriah dari pada Tahun Baru Hijriyah. Hal yang membuatnya lebih prihatin karena tiap Tahun Baru Masehi selalu dirayakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
âItu semua (perayaan Tahun Baru Hijriyah) dilakukan untuk menggantikan perayaan Tahun Baru Masehi yang isinya terompet, kecelakaan, macet di mana-mana dan kemakasiatan, dan sebagainya,â terang Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu menyatakan seruan bersama kepada segenap elemen bangsa untuk menghentikan segala bentuk kezaliman demi keselamatan agama, bangsa dan negara.
ââĤMenjauhi perbuatan-perbuatan yangâlangsung dan tidak langsungâmenyebabkan kemurkaan Allah, seperti, melakukan kezaliman, kepalsuan atau kepura-puraan, kebohongan, perusakan kehormatan dan martabat sesama, perusakan lingkungan dan keseimbangan alam, keserakahan, pornografi dan pornoaksi, pengkhianatan (jual-beli) hukum, pengkhianatan terhadap amanat, menelantarkan penderitaan rakyat kecil,â demikian salah satu poin seruan bersama itu.
NU dan Muhammadiyah juga meminta kepada pemerintah untuk melaksanakan seluruh agenda reformasi sebagaimana telah diamanatkan dalam Ketetapan MPR. Selain itu, perlu juga upaya peningkatkan kegiatan perekonomian yang berbasis kerakyatan, peningkatan dan perbaikan terhadap upaya menanggulangi bencana, penanganan korupsi, peningkatan citra bangsa Indonesia dan peningkatan pertahanan dan keamanan nasional. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua