Hasyim: Media Massa Lebih Kuasa dari Parpol
NU Online · Rabu, 5 Desember 2007 | 04:36 WIB
Jakarta, NU Online
Media massa berhak dan bebas untuk memilih dan menyajikan informasi sesuai dengan kode etik jusrnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, namun tetap harus menjalankan tugas penting yakni menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat memberikan pengantar singkat pada acara sarasehan bersama Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Mohammad Nuh dan para pelaku media massa Indonesia di gedung PBNU Jakarta, Rabu (5/12) pagi. Sarasehan bertajuk "Menakar Plus Minus Media Massa Indonesia."
<>Ketua Umum PBNU menyatakan, media massa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengendalikan opini dan bahkan membentuk perilaku masyarakat. "Bahkan bisa dikatakan media masa itu lebih berkuasa dibanding partai politik," katanya.
Pada kesempatan itu Kiai Hasyim mempertanyakan soal rating siaran televisi yang dinilainya tidak fair dan penuh teka-teki. Padahal rating berhubungan erat dengan jadwal penayangan iklan dan pengaturan jam tayang.
"Yang terjadi, tayangan yang baik-baik malah ratingnya rendah. Maka perlu ditegaskan rating ini makhluk apa dan cara mendapatkannya bagaimana," katanya.
Sarasaehan itu menurut Kiai Hasyim diadakan sebagai salah satu pertanggungjawaban sekaligus peran Nahdlatul Ulama dalam menyikapi persoalan kebangsaan.
Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan sarasehan bersama para pelaku media itu merupakan inisiatif yang sangat cerdas dan strategis.
"PBNU punya satu sensitifitas tinggi mengenai media Indonesia. Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk generasi bangsa di masa depan," katanya.
Dikatakan Menkominfo, NU Mempunyai energi yang sangat besar berupa cita-cita dan ideologi yang menjadikan tetap eksis dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan. "Dengan inisiatif seperti ini saya yakin NU bisa memberikan kontribusi yang sangat besar," katanya.
Pada kesempatan itu diadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dengan Radio Rebublik Indoneisa (RRI) mengenai kerjasama dalam hal penyiaran acara pedesaan di RRI. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Direktur Utama RRI Parni Hadi, disaksikan oleh Menkominfo Mohamad Nuh. (nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua