Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis
NU Online · Senin, 12 Juni 2006 | 11:37 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta pemerintah untuk memanggil dan memperingatkan terlebih dahulu kepada (organisasi kemasyarakatan) ormas yang sering melakukan tindakan anarkis sebelum dibubarkan.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memanggil ormas tersebut, membinanya, memberitahukan duduk persoalannya, diluruskan kemudian diberi waktu agar tidak melakukan aksi kekerasan atau tindakan anarkisme lagi.
<>"Setelah itu bila tidak ada perubahan, baru pemerintah melakukan tindakan hukum atau tindakan politik," tegas Hasyim saat jumpa pers tentang pelaksanaan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-2, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (12/6)
Hasyim mengatakan, dirinya tidak setuju, siapa pun dan atas nama apa pun melakukan tindak kekerasan apalagi sampai ada masyarakat yang mengambil tugas aparat negara. Karena, menurutnya, Indonesia adalah negara hukum.
Namun, lanjut Hasyim, yang terpenting adalah pemerintah harus menjelaskan kepada ormas yang ada agar tidak melakukan tindakan di luar batas.
"Di era reformasi ini orang membuat forum seenaknya saja. Tetapi tidak asal dibubarkan. Kalau dibubarkan terus bikin yang baru gimana. Yang penting konteknya diluruskan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini.
Hasyim menegaskan, jika dalam pelurusan itu pemerintah meminta bantuan PBNU, maka pihaknya akan membantu. "Menurut saya ormas itu niatnya mungkin betul, tapi action-nya melanggar rambu tatanan kehidupan negara," terangnya. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua