IAIN Semarang Adakan Lokakarya Imsyakiyah Ramadhan
NU Online · Jumat, 1 September 2006 | 04:25 WIB
Semarang, NU Online
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang, mengadakan lokakarya Imsyakiyah Ramadan 1427 Hijriyah, Kamis (31/8) di untuk menekan adanya perbedaan dan memberikan pedoman jadwal imsyakiyah yang seragam di Jateng/DIY.
  Â
"Perkembangan imsyakiyah, setiap tahun relatif ada kesepakatan. Sebelumnya kita sangat susah mencarinya, bahkan perdebatannya sangat alot," kata Ketua Panitia Lokakarya, Ahmad Suryadi, di Semarang, Kamis.
Ia mengatakan, lokakarya mengundang ormas Islam, pakar falakiyah dari NU, Muhammadiyah, dan pakar astronomi dari Bandung, sehingga nantinya ada keseragaman maupun pemahaman jika terjadi perbedaan.
Pemahaman terhadap perbedaan dan persamaan dalam menentukan imsyakiyah merupakan upaya untuk mendidik masyarakat, sehingga mereka mengetahui sebab-sebabnya, katanya.
Lokakarya ini merupakan bagian dari proses pengabdian masyarakat dan sebagai salah satu darma perguruan tinggi, sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat melaksanakan ibadah tidak terjadi perbedaan dalam penentuan imsyak, buka, dan waktu solat.
Sekalipun ada perdebatan penentuan 1 syawal 1427, tetapi para pakar terjadi kesepakatan tujuan, dengan demikian persoalan kilafiyah di masyarakat bisa terselesaikan sehingga orang bisa melaksanakan ibadah dengan damai, imbuhnya.
Ia menghimbau para pembuat jadwal yang bersifat lokal hendaknya merujuk pada sumber lokakarya ini, karena validitas dan akurasi yang berbicara ini adalah para pakar dan ulama yang memang menekuni falakiyah itu.
Hasil lokakarya akan ditindaklanjuti dengan mencetak dalam jumlah banyak, dan disebarkan ke seluruh oragnisasi masyarakat Islam, pondok pesantren, dan takmir masjid, supaya jadwal itu benar-benar tersosialisasikan. (han/ant)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua