Indonesia Miliki Seribu Kesempatan Jadi Anggota Tetap PBB
NU Online · Selasa, 20 September 2005 | 04:10 WIB
Jakarta, NU Online
Beberapa Waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar Asia memiliki sekian banyak kursi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa (DK PBB). "Kita perlu dewan keamanan PBB yang revormis dengan keanggotaan yang mencerminkan reailta global kawasan Asia Pasifik yang menjadi tempat tinggal separuh ras angsa dunia harus lebih banyak memiliki kursi di DK PBB," kata SBY, Selasa (16/9).
Indonesia sendiri punya banyak kesempatan untuk masuk ke DK PBB. Pertama, Indonesia adalah salah satu pendiri gerakan Non-Blok yang saat ini anggotanya mencapai 60 negara baik di Asia maupun di Afrika. Kalau pemerintah cekatan, jaringan ini potensial untuk mendukung Indonesia. Kedua, Indonesia adalah pendiri ASEAN. Ketiga, Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia dapat bekerja sama dengan OKI untuk mendukung pencalonan sebagai anggota DK PBB.
<>Kesempatan terakhir barusan, Islam Indonesia menarik perhatian Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Menurut Blair, sebagaimana dikatakan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar mempunyai pengaruh besar di dunia Islam. Diharapkan Indonesia mempunyai peran lebih dalam urusan Palestina dan persoalan lain di Dunia Islam.
Posisi Dewan Keamanan PBB sangat penting karena semua kebijakan PBB diambil oleh dewan ini. Indonesia dapat menyerukan kepentingan Asia, Asean, OKI, dan terutama Indonesia sendiri. (anam/kutipan dari sukiman.com)
Â
Terpopuler
1
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
2
Menkeu Purbaya Heran Anggaran Kesehatan Naik Malah Berujung Penonaktifan PBI JKN
3
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan pada 17 Februari 2026 dengan Didahului Edukasi Pengamatan Hilal
4
Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia
5
100 Tahun NU, Rais Aam PBNU Langitkan Doa untuk Palestina
6
120 Ribu Pasien Terancam, Menkes Peringatkan Risiko Kematian akibat Penonaktifan PBI JKN
Terkini
Lihat Semua