Pemerintah Indonesia perlu melirik potensi investasi dari negara-negara di Timur Tengah (Timteng) untuk mengembangkan pembangunan di negeri ini. Hal itu penting dilakukan sebagai pilihan lain atas sulitanya investasi dari negara-negara Barat.
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr Masykuri Abdillah, kepada NU Online, di Jakarta, Jum'at (14/3) kemarin.<>
Saat ini, menurut Masykuri, merupakan saat yang tepat untuk melirik potensi investasi negara-negara Timteng. “Apalagi, di tengah kenaikan harga minyak dunia. Mereka memiliki banyak uang yang harus diinvestasikan," tuturnya.
Namun demikian, tambah Masykuri, satu persyaratan yang harus dipenuhi agar investor dari negara-negara Timteng mau menanamkan modalnya di Indonesia adalah ketentuan berbasis syariah. Sayangnya, meski industri keuangan berbasis syariah sudah berkembang, namun Indonesia masih kalah dengan Malaysia atau Singapura.
Ia menambahkan, investor asal Timteng saat ini juga mengalami banyak hambatan untuk menanamkan dananya di negara-negara Barat. Hal itu terjadi menyusul pencitraan yang buruk pada Islam dan negara-negara Timteng.
Jika situasi itu bisa dimanfaatkan pemerintah Indonesia, maka dapat menjadi berkah untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengangguran.
NU, sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, katanya, sudah memulai itu. Beberapa kali, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Timteng yang satunya dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki NU. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua