Bandarlampung, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr. KH Said Agil Siraj, meminta seluruh kader Muslimat NU untuk menjaga generasi muda, terutama anak-anak agar tidak terlibat dalam jaringan Islam fundamental
"Anak-anak Muslimat NU jangan sampai terlibat NII dan golongan Wahabi yang antitahlilan," katanya dalam sambutannya pada Kongres XVI Muslimat NU di Bandarlampung, Kamis.
<>
Menurut dia, PBNU sepakat bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan dasar negara yang final, tidak dapat tergantikan dengan ideologi lainnya.
Dia juga menambahkan bahwa ajaran Islam bukan sekadar dokumen yang menyampaikan ibadah dan syariat saja.
"Tapi Islam juga menyampaikan ilmu, budaya serta akhlak yang merupakan penopang dan penggerak intelektual," tutur said.
Hal itu terbukti pada masa kemerdekaan, ulama paling banyak menyumbang tenaga serta pikiran untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Ia mengatakan, NU berkomitmen Pancasila dan UUD 45 sebagai satu kesatuan dasar negara yang tak tergantikan.
"Bukan sekadar basa-basi, tapi ini merupakan penegasan dan prinsip bahwa NKRI sudah final," katanya.
Muslimat NU menggelar Kongres XVI di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung. Acara itu dibuka Wakil Presiden Budiono dan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan jajaran Pemerintahan Provinsi Lampung.
Ketua Umum Muslimat NU Kofifah Indar Parawangsa mengatakan, kongres tersebut dilaksanakan pada 14-18 Juli dengan tema revitalisasi layanan Muslimat NU untuk muslimah Indonesia.
Acara tersebut diikuti oleh 556 pimpinan wilayah se-Indonesia serta dihadiri tiga gabungan istimewa dari Inggris, Saudi Arabia dan Sudan.
Redaktur : Hamzah Sahal
Sumber   : Antara
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
5
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
6
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
Terkini
Lihat Semua