Nasional

Menhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Etika, Jamaah Indonesia Terkenal Paling Baik

NU Online  ·  Kamis, 23 April 2026 | 14:00 WIB

Menhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Etika, Jamaah Indonesia Terkenal Paling Baik

Petugas haji daker Makkah bersama Menteri Haji M Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: NU Online/Suci)

Jakarta, NU Online

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengimbau agar Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tidak merokok ketika sedang bertugas di Makkah.


"Jangan merokok di depan jamaah. Cari tempat yang diperbolehkan dan jauh dari jamaah," pinta Irfan melepas PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (23/4/2026).


Ia juga meminta PPIH untuk menjaga etika terutama ketika bercanda terutama saat menjalankan tugas melayani jamaah haji 2026.


"Atau kebiasaan-kebiasaan guyon mungkin sesama petugas sering guyon bercanda dengan sangat vulgar, batasi, hindarkan, hindari itu selama di depan jamaah," tuturnya.


Meski aturan-aturan tersebut tidak tertulis, tetapi Irfan meminta PPIH menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.


"Banyak aturan yang memang tidak tertulis, tapi secara umum pasti kalian semua sudah paham apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan," kata Irfan.


Ia meminta petugas tidak menyalahgunakan kewenangan. Tidak mencari keuntungan pribadi, mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan.


"Amanah ini harus dijaga dengan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral yang tinggi," ucap Irfan.


Jika sebagian petugas haji merasa masih belum bisa meninggalkan kebiasaan, kebiasaan merokok misalnya diminta menyesuikan dengan aturan selama di Arab Saudi.


"Sesuaikan dengan situasi di sana, aturan di sana, dan terutama sesuaikan dengan jamaah," pintanya.


Menurutnya, ukuran keberhasilan petugas bukan dari seberapa ringan tugas dijalani tetapi dari seberapa banyak jamaah merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani dengan baik.


"Saya kira pelatihan 20 hari plus 10 hari sudah cukup banyak, tapi yang lebih penting lagi adalah gunakan hati. Gunakan hati. Kira-kira saya melayani ini sudah baik apa belum. SOP-nya begini tapi gunakan hati juga," beber Irfan.


Irfan berpesan agar petugas melayani jamaah dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan akhlak yang mulia. Sebab PPIH bukan hanya mewakili institusi tapi membawa nama baik bangsa dan mencerminkan nilai luhur pelayanan Indonesia di Tanah Suci.


"Saya sudah bertemu beberapa banyak pejabat-pejabat di Saudi, beliau-beliau mengatakan, saya dulu waktu kecil selalu diingatkan oleh orang tua bahwa jamaah haji Indonesia adalah jamaah haji yang paling baik, paling sopan, paling tertib," cerita Irfan.


Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir terjadi degradasi dalam istilah paling halus terhadap sikap sopan, tertib, dan disiplin jamaah. Ia berharap seluruh petugas dapat berperan aktif memastikan citra jemaah haji Indonesia tetap dikenal sebagai jemaah yang sopan, tertib, dan disiplin.


"Bapak-Ibu sekalian, kita kembalikan image bahwa Indonesia adalah jamaah yang terbaik," tandasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang