Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan produk impor yang semakin membanjiri pasar dalam negeri merupakan sinyal dari lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
Hidayat menjelaskan, impor produk konsumsi yang beredar di pasar dalam negeri juga diisi oleh produk impor ilegal.<>
“Untuk itu, pemerintah berusaha memperketat pengawasan termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus segera mewajibkan label berbahasa Indonesia untuk produk pangan, kosmetik, jamu, dan farmasi,” kata Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/8).
Pihaknya sedang menyusun upaya penerapan mekanisme safeguard untuk produk-produk yang mengalami lonjakan impor signifikan. Dalam waktu dekat, ungkap dia, upaya safeguard untuk pipa baja akan siap diterapkan.
“Di sisi lain, saya mempertanyakan mekanisme early warning system (EWS) yang tidak berjalan sesuai apa yang dijanjikan dulu. Kalau jalan, sebelum banjir impor kita bisa melakukan antisipasi," katanya.
Untuk itu, dia akan meminta rapat koordinasi dengan menteri-menteri ekonomi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.
Ini dilakukan dalam rangka mengupayakan langkah nyata. Sebab, Lebaran ini momentum yang seharusnya dinikmati industri nasional. Hidayat pun mengimbau, Kementerian Perdagangan (Kemendag), BPOM, serta Bea dan Cukai segera menerapkan mekanisme EWS. (sam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua