Kepengurusan Dikritik, Belum Kerja Maksimal
NU Online · Jumat, 4 Januari 2008 | 01:09 WIB
Situasi politik di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Medan, Sumatera Utara, mulai memanas. Hal itu terjadi menyusul akan segera digelarnya Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Medan pada 12 -13 Januari mendatang.
Sejumlah kandidat pun mulai unjuk gigi. Salah satunya, Mohammad Toha Daulay. Ia mengkritik kepengurusan saat ini yang dinilai belum bekerja maksimal, terutama dalam upaya pembentukan majelis wakil cabang (MWC/kepengurusan di tingkat kecamatan).<>
"Contoh, 5 tahun masa kepengurusan, hanya 17 MWC yang bisa dibentuk. Padahal, di Kota Medan, ada 21 Kecamatan. Semestinya, bisa membentuk 21 MWC di seluruh Kota Medan ini," ujar Toha, seperti dilaporkan Kontributor NU Online di Medan, Muhammad Safii, Rabu (2/1).
Ia menjelaskan, bila dilihat dari kuantitas, jumlah MWC yang ada tentu masih belum maksimal. Demikian pula dari segi kualitas. “Dari hasil kunjungan saya ke sejumlah MWC yang sudah terbentuk, banyak yang tidak aktif. Itu artinya, perhatian dari PCNU, sangat minim,” ungkapnya.
Karena itu, ia menyatakan bersedia untuk maju menjadi ketua tanfdiziah. Dan, katanya, beberapa MWC sudah memberikan sinyal positif kepada dia agar mau memimpin NU Kota Medan untuk lima tahun mendatang.
“Banyak program pengembangan untuk memajukan NU di Kota Medan lima tahun mendatang. Salah satunya, meningkatkan kembali keberadaan pendidikan NU, peran NU yang selama kita nilai, mulai pudar,” terang Toha.
Selain Toha, sejumlah nama lain juga mulai bermunculan. Di antaranya, Arifin Matondang, Muhamad Hatta, Maraimbang Daulay dan Wahid. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua