Ketua IPNU Kalbar Dilantik Jadi Wakil Walikota Pontianak
NU Online · Senin, 22 Desember 2008 | 09:13 WIB
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Barat dilantik menjadi Wakil Walikota Pontianak periode 2008-2013. Paryadi, begitu namanya, dilantik bersama Walikota terpilih, Sutarmidji, di Pontianak Convention Center (PCC), Senin (22/12) pagi tadi.
Pasangan Sutarmidji-Paryadi yang diusung PPP dan PKPI ini dilantik setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pontianak pada 25 Oktober 2008 lalu. Perolehan suara keduanya unggul di seluruh kecamatan, yakni 34,47 persen.<>
Sutarmidji-Paryadi mengalahkan 6 pasangan calon walikota dan wakil walikota lainnya. Perolehan suaranya disusul pasangan Gusti Hersan-Setiawan Lim pada urutan kedua, yakni 19,99 persen.
Paryadi mengucapkan selamat kepada masyarakat Kota Pontianak yang telah berhasil melaksanakan pilkada dengan baik. “Dengan kekuatan Allah dan partisipasi aktif semua warga Kota Pontianak, insya Allah amanat ini akan kami laksanakan sebaik-baiknya”, ujarnya seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Ahmad Wari.
Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada kader-kader IPNU Kota Pontianak dan para senior yang begitu solid mendukungnya dalam Pilkada ini.
“Walaupun tidak secara formal IPNU mendukung, tapi semangat kader-kader IPNU sangat membanggakan, mereka begitu militan. Tugas saya terdekat adalah mempersiapkan Konferensi Wilayah IPNU untuk menjaga regenerasi kader,” imbuh Paryadi.
Mantan Ketua PW IPNU Kalbar, Suhut Usnata, menyambut baik pelantikan Paryadi. Ia menilainya sebagai bentuk tahapan akhir kaderisasi, yaitu distribusi kader.
Namun, ia mengingatkan agar kader-kader IPNU hendaknya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar sanggup bersaing dalam berbagai bidang lain yang semakin kompetitif. Bidang politik hanyalah salah satu bidang yang bisa dimasuki kader-kader IPNU dan masih banyak sektor kehidupan yang bisa digeluti. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua