Jakarta, NU Online
Ketua PBNU Urusan Luar Negeri HM Rozy Munir dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki jabatan duta besar Indonesia untuk Qatar untuk tiga tahun ke depan. Pelantikan dilaksanakan di Istana Presiden pukul 14.00 Rabu (5/9).
Kepada NU Online di PBNU sesaat sebelum keberangkatannya ke istana, Rozy menjelaskan bahwa ia akan memfokuskan tiga hal untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Qatar yang mencakup investasi, perdagangan dan pariwisata.
“Banyak peluang yang bisa diraih seperti tenaga ahli dibidang perminyakan, konstruksi, perhotelan, sarana dan prasarana sampai dengan dokter dan perawat. Kita juga akan berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dari Qatar ke Indonesia karena sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Doha ke Jakarta dan Bali,” tuturnya.
Beberapa hal yang belum diselesaikan oleh dubes sebelumnya seperti MoU tentang Joint Investment Fund juga akan menjadi prioritas garapannya.
Sebagai orang yang sudah lama mengabdi di NU, Ia juga akan berupaya meningkatkan hubungan keagamaan dengan mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamiin yang selama ini sudah dijalankan NU dan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) turut digagasnya.
Ia merupakan satu dari tujuh dubes baru yang bukan merupakan diplomat karir dan hari ini dilantik bersama dengan tiga dubes lainnya. Posisinya di Qatar menggantikan Abdul Wahid Maktub yang sudah habis masa tugasnya.
Dilahirkan di Mojokerto, 16 April 1943, darah NU sudah mengalir sejak lahir karena ia merupakan anak dari KH Munasir Ali, salah satu pejuang Hizbullah, yang merupakan pasukan NU dalam mengusir penjajah.
Lulus dari FE UI tahun 1974, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Hawai dengan mengambil program Master of Science in Public Health/Population and Family Planning yang diselesaikan pada tahun 1977 yang selanjutnya ia mengabdi di almamaternya.
Beberapa jabatan penting yang pernah di pegangnya adalah direktur Pranata UI 1986-1997, staff ahli Menakertrans pada tahun 1998, Badan Kependudukan Nasional (200-2001, Menneg BUMN (2000) dan anggota Panwaslu (2004).
Semasa mahasiswa, Rozy aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa yang menjadi wadah anak-anak NU, selanjutnya, ia aktif di Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang merupakan bidang keahliannya. Selanjutnya, ia menjadi ketua PBNU semasa kepemimpinan Gus Dur dan masih dipercaya sampai dua kali masa khidmat kepemimpinan KH Hasyim Muzadi.
Pernikahannya dengan gadis Bugis yang disuntingnya Hj Mufida Munir membuahkan tiga orang anak, Avianto Muhtadi, Benny Saaf dan Citra Fitri. Ia kini merupakan kakek dari dua orang cucu dari anaknya yang pertama. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Shalat Istisqa: Memohon Hujan, Ampunan, dan Rahmat Allah
2
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
3
Hukum Shalat di Atas Sajadah Bergambar dan Berwarna Mencolok
4
Hukum Mengisi Absensi Teman yang Tidak Masuk Kerja
5
Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar Majelis Umum PBB
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngarep-arep Tumurune Udan kelawan Nyuwun Pangapuran lan Tetulungan
Terkini
Lihat Semua