Kiai Muchith Dukung Penulisnya Digugat Secara Hukum
NU Online · Rabu, 19 Maret 2008 | 10:10 WIB
Pro-kontra terkait buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat & Dzikir Syirik, tampaknya belum akan berakhir. Mustasyar (penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muchith Muzadi, mendukung rencana Lembaga Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lakumham) DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur untuk menggugat secara hukum penulisnya, H Mahrus Ali.
Rencana Lakumham DWP PKB Jatim, ujar tokoh dan sesepuh NU itu, merupakan langkah tepat. “Supaya dia kapok (jera),” ujarnya singkat di Jember, Jatim, Selasa (18/3) kemarin. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Aryudi A. Razaq.<>
Bagi kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu, proses hukum harus dilakukan dan tak peduli hasilnya nanti. Hal yang justru penting di balik upaya hukum itu adalah memberikan efek jera pada Mahrus Ali. “Juga agar tidak muncul ‘Mahrus Ali-Mahrus Ali’ yang baru,” ucapnya.
Menurutnya, buku kontroversial tersebut telah mencederai kerukunan umat Islam, terutama antara NU dan Muhammadiyah. Sebab, penulis Kata Pengantar pada buku terbitan La Tasyuk! Press itu, Muammal Hamidy, merupakan tokoh dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim.
Dengan demikian, lanjut Kiai Muchith, kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) bisa saja salah paham atas keberadaan Muammal Hamidy tersebut. Ia mendesak perlu adanya penjelasan atau klarifikasi dari kedua organisasi kemasyarakatan Islam besar di Tanah Air itu, khususnya di Jatim.
“Misalnya, di Jember, Pak Bahar (Baharuddin Rasyid, Ketua PD Muhmmadiyah Jember) ketemu dengan KH Muhyiddin (Ketua Pengurus Cabang NU Jember),” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Baharuddin Rasyid menyatakan belum bisa berkomentar. Pasalnya, ia mengaku belum membaca buku karya Mahrus Ali itu. Namun, katanya, seharusnya buku-buku yang bisa menyulut keresahan umat, apalagi pepecahan umat, tidak perlu terbit.
Baharuddin juga menanggapi peran Muamal Hamidy di dalam buku kontroversial tersebut. Menurutnya, Muamal Hamidy adalah kader organisasi Persatuan Islam (Persis) yang menjadi pimpinan ke-12 dalam struktur kepengurusan PW Muhammadiyah Jatim. (rif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua