Warta

Konsep Kedaulatan Pangan Dipromosikan di Hadapan Majelis Umum PBB

NU Online  ·  Selasa, 7 April 2009 | 13:04 WIB

New York, NU Online
Konsep kedaulatan pangan dipromosikan di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (6/4) kemarin untuk menggantikan konsep ketahanan pangan yang dinilai gagal mencapai target.

“Kami mempromosikan kedulatan pangan sebagai praktik dan konsep alternatif dalam pembangunan pertanian yang memenuhi pendekatan hak asasi manusia dan hak atas pangan,” demikian pernyataan ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih di hadapan Majelis Umum PBB itu.<>

Dialog yang bertema “Krisis Pangan Global dan Hak Atas Pangan” yang diadakan Majelis Umum PBB ini membahas permasalahan krisis pangan dan pemenuhan hak atas pangan menghadapi krisis global yang melanda dunia internasional saat ini. Henry diundang sebagai salah satu pembicara mewakili organisasi buruh tani dan petani kecil seluruh dunia yang tergabung dalam La Via Campesina.

Henry mengemukakan, kedaulatan pangan adalah hak rakyat untuk mendapatkan pangan yang cukup baik secara kualitas maupun kuantitas yang diproduksi oleh sebuah sistem pertanian berkelanjutan dimana petani sebagai produsennya bebas menentukan sendiri apa yang hendak ditanamnya dan sistem apa yang akan dipakainya.

“Kedaulatan pangan menempatkan keluarga petani sebagai subjek utama produsen pertanian dan bukannya perusahaan-perusahaan agribisnis besar. Selain itu, dalam kedaulatan pangan memprioritaskan kepentingan ekonomi dan pasar lokal dan nasional dibanding kepentingan pasar global,” kata Henry. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang