Nablus, NU Online
Baku tembak antara para pendukung Hamas dan Fatah terjadi lagi, Rabu (13/6), di wilayah pendudukan Tepi Barat yang sebelumnya dinyatakan aman. Bentrokan ini telah menewaskan puluhan orang.
Baku tembak terjadi setelah anggota-anggota Brigade Syuhada al-Aqsa (kelompok bersenjata dari kubu Fatah) mengepung sebuah kantor produksi stasiun televisi yang dikelola Hamas di kota Nablus, Tepi Barat bagian utara.
Orang-orang Hamas yang bersenjata kemudian campur-tangan dan tembak-menembak terjadi antara kedua kelompok tersebut. Belum ada laporan segera mengenai korban dalam insiden itu.
Brigade Syuhada al-Aqsa menyatakan, mereka menangkap tujuh anggota staf kantor yang dikelola Hamas itu.
Peristiwa tersebut merupakan kontak tembak pertama semacam itu di Tepi Barat sejak kekerasan internal Palestina meletus di Jalur Gaza dimana lebih dari 60 orang tewas dalam waktu kurang dari sepekan.
Sementara itu sebanyak 40 polisi Palestina yang setia pada kelompok sekular Fatah menyeberangi perbatasan menuju Mesir untuk menyelamatkan diri dari pertempuran dengan kelompok garis keras Hamas di Jalur Gaza.
"Mereka menyatakan melarikan diri karena khawatir akan keselamatan mereka karena berkobarnya bentrokan," kata sumber itu, yang menambahkan bahwa pasukan tambahan Mesir telah ditempatkan di perbatsan 40 kilometer itu untuk mencegah arus pengungsi lebih lanjut.
Polisi-polisi itu adalah anggota pasukan keamanan preventif yang kantornya di kota Khan Yunis, Gaza selatan, hancur dalam serangan bom hebat Rabu pagi di tengah meningkatnya pertempuran antara kedua kubu yang bersaing itu.
Sekitar 10 warga sipil Palestina juga memasuki Mesir setelah membuat sebuah lubang di dinding beton yang memisahkan sisi-sisi perbatasan Palestina dan Mesir di kota perbatasan terbelah Rafah, kata sumber yang sama.
"Lusinan orang Palestina telah berkumpul di dekat dinding itu untuk berusaha menyelamatkan diri ke Mesir, membuat pihak berwenang Mesir menempatkan pasukan keamanan tambahan dalam jumlah besar untuk mencegah penyusupan ini," kata sumber itu.
Lima Tewas
Sebelumnya dilaporkan lima orang tewas ketika gerilyawan Hamas menyerang markas pasukan keamanan preventif di Khan Yunis, Rabu, kata beberapa pejabat medis.
Sejumlah mayat lagi masih terperangkap di bawah puing-puing markas itu, yang hancur dalam ledakan setelah gerilyawan Hamas menggali sebuah terowongan di bawah bangunan itu dan memasang bom.
Dengan kematian-kematian terakhir itu, sedikitnya 16 orang tewas dalam bentrokan-bentrokan Rabu antara Hamas dan pasukan yang setia pada Presiden Mahmud Abbas dan kelompok Fatah kubunya.
Secara keseluruhan 63 orang lagi tewas sejak bentrokan-bentrokan internal meletus Kamis lalu antara kedua kelompok Palestina tersebut.(ant/nur)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua