Tehran, NU Online
Untuk kesekian kalinya "musuh" Amerika Serikat (AS), Presiden Venezuela Hugo Chavez tiba di Iran, Minggu (18/11), untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Kunjungan ini merupakan yang keempat sejak Chavez memegang jabatannya tahun 2005.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammed Ali Hosseini, Chaves yang pernah menyebut AS sebagai "kejahatan imperial" dan "kerajaan impoten" itu akan tiba di Tehran dengan disertai sejumlah menterinya.
"Chavez akan disertai lima menteri, termasuk menteri luar negeri, minyak, dan industri," katanya seperti dikutip sumber AFP.
Hosseini mengatakan, Chaves akan menandatangani kesepakatan sektor industri selama kunjungannya di Tehran.
Chavez dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Riyadh, Arab Saudi. Dalam KTT tersebut, Chavez memperingatkan bahwa harga minyak bisa melambung dua kali lipat hingga 200 dollar AS per barrel jika AS menyerang Iran.
"Jika AS cukup gila untuk menyerang Iran atau melakukan agresi terhadap Venezuela, harga minyak tidak hanya 100 dollar (per barrel), tetapi 200 dollar," kata Chavez.
AS kerap mengancam akan melakukan serangan militer kepada Iran jika menolak menghentikan program nuklirnya. Iran bersikukuh program nuklir yang dikembangkan adalah untuk tujuan damai, yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.
Kendati memiliki latar belakang budaya yang sangat berbeda, beberapa tahun belakangan ini Venezuela dan Iran meningkatkan kerja sama berdasarkan rasa tidak suka mereka terhadap AS.
Di kawasan Amerika Latin, Chavez adalah pembela Iran dan program nuklirnya, yang disinyalir oleh Barat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Chavez terakhir kali berkunjung ke Iran pada Juli lalu untuk membahas fondasi kerja sama pembangkit petrokimia bersama. Adapun Ahmadinejad terakhir kali berkunjung ke Venezuela pada September lalu. (dar)
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua