Larijani: Sanksi Tidak Akan Hentikan Upaya Nuklir Iran
NU Online · Kamis, 3 Juni 2010 | 16:42 WIB
Sanksi-sanksi baru internasional terhadap Iran terkait dengan program nuklirnya tidak akan menghentikan upaya negara itu memperoleh energi atom untuk kepentingan damai, kata ketua parlemen Ali Larijani, Rabu.
"Jika mereka mengeluarkan seratus resolusi lain, maka itu tidak akan menghentikan kegiatan nuklir damai kami," kata Larijani kepada sekelompok tamu asing, seperti dilaporkan situs berita televisi pemerintah.r />
Larijani, seorang tokoh konservatif dan mantan perunding utama nuklir Iran, mengatakan, sanksi baru juga bisa membuat Teheran meninjau lagi hubungannya dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
"Jika anda mengeluarkan sebuah resolusi terhadap kami, sikap kami terhadap badan (pengawas atom PBB) itu akan berubah. Jika anda berusaha menipu, maka kami di parlemen akan mengubah ketentuan-ketentuan kami dengan badan itu," kata Larijani, tanpa penjelasan lebih lanjut.
Bulan lalu PBB mengajukan sebuah rancangan resolusi Dewan Keamanan yang akan menerapkan sanksi-sanksi baru yang ketat terhadap Iran.
Rancangan resolusi itu dikabarkan akan meningkatkan embargo senjata dan langkah-langkah terhadap sektor perbankan Iran dan melarang Teheran melakukan kegiatan-kegiatan luar negeri sensitif seperti penambangan uranium dan pengembangan rudal balistik.
Iran sudah dikenai tiga paket sanksi PBB karena penolakannya untuk menghentikan pengayaan uranium, salah satu dari sejumlah langkah penting untuk membuat energi nuklir bagi kepentingan-kepentingan sipil ataupun militer. (syf)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua