Lily Wahid: Presiden SBY Harus Berani Bertindak
NU Online · Selasa, 31 Agustus 2010 | 03:23 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Lily Chodijah Wahid meminta pemerintah berani menyatakan protes keras kepada Malaysia seiring dengan tanggapan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak terhadap surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tanggapan PM Najib kemarin menunjukan kita inferior di hadapan mereka serta merendahkan harga diri dan martabat bangsa. Kita harus mempunyai Presiden yang berani bertindak untuk menjaga kedaulatan dan martabat bangsa," katanya di Jakarta, Senin (30/8).<>
Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, seperti diberitakan oleh media massa di Malaysia, PM Najib meminta agar Presiden SBY untuk menertibkan demonstrasi di Indonesia.
Ia menambahkan, PM Najib juga menyatakan telah memprediksi surat yang dikirim secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Pemerintah Indonesia minta aksi demonstrasi di Indonesia tidak dikaitkan dengan Pemerintah Indonesia.
Ia melanjutkan, PM Najib juga mengemukakan Pemerintah Indonesia sadar ada dua juta warganya yang bekerja di Malaysia dan ada investasi besar oleh perusahaan-perusahaan Malaysia (di Indonesia).
"Pernyataan itu telah menunjukkan bagaimana kita dianggap rendah oleh mereka, dan ini tidak bisa dibiarkan, kalau tidak kita akan selalu dianggap rendah," katanya.
Selain protes keras, putri KH WAhid Hasyim ini meminta agar pemerintah diberi kesempatan untuk melakukan diplomasi dengan Malaysia dalam mengatasi masalah perbatasan ini.
"Kita beri dulu kesempatan diplomasi kepada pemerintah, Menteri Luar Negeri kemarin bilang akan ada pertemuan di Kinabalu dengan Malaysia pada tanggal 6 September 2010, jadi kita tunggu dulu kerja Menlu," katanya.
Ia mengatakan, apabila dalam diplomasi tersebut kinerja Menlu dinilai tidak bisa optimal, maka pihaknya akan mendorong hak interpelasi kepada pemerintah.
"Kalau ternyata diplomasi itu tidak menghasilkan sesuatu dan malah kita rugi dan malah kita inferior (lebih rendah), ya kita kan mendorong proses interpelasi, bagaimana sih pemerintah ini mempertahankan kedaulatan bangsa," katanya.
Lily menilai selama ini, Pemerintah Indonesia terlalu lamban dan tidak tegas dalam berdiplomasi sehingga seringkali dimanfaatkan oleh Malaysia dalam membina hubungan.
"Kita sepertinya tidak tegas dan lamban, hasilnya Malaysia yang arogan dan berani. Kalau seperti ini terus ya bisa hilang pulau-pulau terluar kita," katanya. (ant/sam)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
4
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
5
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
6
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
Terkini
Lihat Semua