Jakarta, NU Online
Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) yang kini sedang melakukan sosialisasi program pemberantasan penyakit TBC telah menyelesaikan survey pada akhir Januari sampai awal Februari lalu untuk menentukan pesantren mana saja yang layak menjalankan program ini di lima propinsi. Terdapat 27 pesantren yang terpilih
“Mereka sangat antusias terlibat dalam program ini. Ada juga diantara keluarga dan santri mereka yang terkena TBC sehingga keberadaan program ini sangat menggembirakan,” tutur dr. Wan Nedra Komaruddin dari LPKNU, Selasa.
<>Dikatakan oleh Wan Nedra bahwa para kyai memiliki peran besar dalam mempengaruhi masyarakat di lingkungan sekitarnya yang religius. Mereka dapat menjadi motivator dengan pendekatan keagamaan dalam sosialisasi pemberantasan penyakit yang telah membunuh 140 ribu orang per tahun di Indonesia.
“Kita melakukan penyadaran, penyuluhan dan mensosialisasi. Masyarakat yang terkena TBC akan memperoleh pengobatan gratis melalui klinik pesantren atau puskesmas terdekat,” tandasnya.
Untuk mengetahui apakah santri dan penduduk di lingkungan pesantren ada yang terkena TBC, akan dilakukan tes dengan menggunakan dahak. Para penderita TBC nantinya akan didampingi oleh Pendamping Minum Obat (PMO) yang akan memberikan saran cara-cara penggunaan obat yang besar.
Proses pengobatan yang lama menyebabkan banyak orang putus obat di tengah jalan sehingga penyakit tidak sembuh secara total dan menular pada orang lain. “Ini juga merupakan ketidaktahuan dari penderita sehingga mereka harus diberi penyadaran perlunya berobat secara tuntas,” imbuhnya
Berdasarkan survey terakhir, di Indonesia, terdapat 583 ribu penderita dan dari jumlah tersebut 140 ribu orang meninggal per tahun akibat TBC. Di seluruh dunia penderita TBC berjumlah sekitar 9 juta dan 3 juta diantaranya meninggal per tahun. (mkf)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua