Lulusan Madrasah Sulit Bersaing Dengan Sekolah Umum
NU Online Ā· Jumat, 2 September 2005 | 07:13 WIB
Mataram, NU Online
Dirjen Kelembagaan Agama Islam (Bagais) Departemen Agama Yahya Umar mengakui, hingga kini lulusan Madrasah atau pondok pesantrenĀ sulit bersaing dengan lulusan sekolah umum.
"Hal ini terlihat jika ada perlombaan IPA atau Matematika yang unggul selalu dari sekolah umum," katanya kepada wartawan ketika meninjau pondok pesantren Al Haramaen, Narmada, Lombok Barat, NTB, Kamis.
<>Dia menjelaskan, dengan demikian lulusan Madrasah selalu dikesampingkan dan berada di belakang. Selain itu, kalau ada pembukaan pekerjaan di sektor industri yang menjadi direktur adalah tamatan sekolah umum, sementara tamatan madrasah hanya sebagai pekerja bangunan.
Untuk meningkatkan mutu tamatan Madrasah, maka dilakukan berbagai upaya seperti memberikan keterampilan berbahasa asing seperti bahasa Arab dan Inggris kepada para santri.
Silahkah sekolah dan madrasah memakai kurikulum apa saja baik dari Jepang, Arab saudi, Cima dan Belanda asalkan halal dan bisa dimengerti. Kalau ingin belajar bahasa Arab harus bisa berbahasa Arab demikian juga jika belajar bahasa InggrisĀ harus bisa bahasa Inggris dalam tenpo yang telah ditentukan.
"Jangan kita hanya belajar-belajar saja, namun tidak mengerti apa yang dipelajari, karena tujuan belajar adalah untuk bisa," tambahnya.
"Setiap tahun menamatkan lebih dari sejuta pelajar SMA dan Madrasah Aliyah, namun dari jumlah tersebut hanya berapa orang yang bisa berbahasa Inggris dan Arab," demikian Dirjen.(ant/mkf)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua