Jakarta, NU Online
Lembaga Pendidikan Ma’arif menerima undangan untuk mengirimkan dua orang guru perempuan, dan diutamakan mereka yang sudah menjadi kepala sekolah untuk pergi ke Jerman. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah dialog dengan para pendidik dan pengajar dari 10 negara Islam.
Ketua LP Maarif Nadjid Muhtar mengemukakan bahwa mereka yang dikirimkan merupakan guru yang memahami tentang visi dan misi Maarif serta memahami situasi dan kondisi pendidikan di Indonesia.
<>“Sayang sekali waktu yang diberikan sangat pendek karena kami hanya diberi batas sampai tanggal 31 Mei untuk menyetorkan nama,” tandasnya kepada NU Online di Kantor Maarif (25/05).
Saat ini sudah terdapat beberapa orang calon kandidat yang siap untuk berangkat. Selanjutnya peserta akan berangkat pada 27 Agustus 2005. Mereka akan berada di Jerman selama 2 pekan. Program ini sudah berjalan cukup lama dan sekarang ini merupakan gelombang ke 3
Karena akan terlibat dalam diskusi tentang perkembangan pendidikan di masing-masing negara, peserta harus bisa berbahasa Inggris dengan aktif sehingga bisa bercerita banyak tentang pesantren, madrasah dan institusi pendidikan lainnya yang dimiliki NU.
Selain memberangkatkan guru ke Jerman, LP Maarif dalam waktu dekat juga mendapat jatah untuk mengirimkan 4 orang bersama rombongan dari PBNU untuk berangkat ke Amerika. Terdapat pula program Teaching for Teacher yang saat ini sedang dalam perencanaan untuk belajar di Inggris.(mkf)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua