Mantan Petinggi GAM Datang, Wapres Senang, Gus Dur Kecam
NU Online · Jumat, 21 April 2006 | 06:23 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kunjungan mantan petinggi GAM ke Indonesia merupakan hal yang positif sebagai upaya mempertemukan pendapatan yang berbeda-beda.
"Saya yang mengundang mereka (datang ke Indonesia)," kata Jusuf Kalla di Shenzhen, China, Kamis (20/4), sebagamana dikutip kantor berita Antara.
<>Menurut Wapres, dalam pertemuan di Helsinki tahun lalu, dirinya sebenarnya mengundang para mantan petinggi GAM itu datang ke Indonesia pada Maret lalu. Namun, karena belum selesainya pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, kedatangan mantan petinggi GAM baru terlaksana kali ini.
Mengenai keinginan GAM memasukkan sejumlah hal ke dalam RUU PA, Wapres mengatakan sikap pemerintah adalah mengakomodasikan MoU Helsinki ke dalam UU. "Semua yang ada seperi soal partai lokal kita akomodasikan," katanya.
Ia menambahkan, kewajiban pemerintah adalah berjalannya pembahasan UU itu secara demokratis termasuk melalui DPR. "Jadi, kalau ada pembicaraan yang hangat atau cenderung keras di DPR maka itu merupakan proses demokrasi," ujarnya.
Sementara itu, mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai penyambutan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam terhadap sejumlah mantan petinggi GAM itu sangat sangat berlebihan.
"Ironis sekali, bahwa orang-orang yang tidak punya paspor Indonesia melainkan (paspor) dari luar negeri datang ke sini dan kita memberi penyambutan seolah-olah mereka adalah pemimpin kita, pahlawan kita," kata Gus Dur di PBNU.
Menurut Gus Dur, seharusnya penyambutan yang diberikan terhadap mereka adalah "yang wajar dan biasa-biasa saja." (nam)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Kasasi Dikabulkan, MA Batalkan Putusan PTUN Terkait Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran
3
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
4
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
5
Banjir di Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Warga Terdampak
6
Presiden Prabowo: Korupsi dan Penyelewengan adalah Awal Kehancuran Bangsa
Terkini
Lihat Semua