Surabaya, NU Online
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menggelar Festival Maulid 1429 Hijriyah, pada 27-30 Maret mendatang.
"Festival Maulid 1429 H akan dimeriahkan berbagai lomba, tausiyah, dan pameran buku," kata Seksi Acara Festival Maulid MAS, Helmy M Noor di Surabaya, Senin.
<>Menurut dia, pameran buku dan produk Islami 2008 akan menjadi "pintu gerbang" dari seluruh kegiatan festival, dengan menyediakan sekitar 30 saung (stand).
"Saung di kiri dan kanan pelataran masjid itu didesain dengan gaya Timur Tengah, serta dilengkapi area tunggu yang bisa digunakan sebagai taman bacaan," katanya.
Dengan konsep "Arab Street", pameran akan mengantar setiap pengunjung menuju teras masjid yang berakhir pada panggung Festival Maulid 1429 Hijriyah.
"Pameran buku dan produk Islami pada 27-30 Maret 2008 pukul 10.00-21.00 WIB, kemudian lomba hadrah dan Al-Banjari yang diikuti 30 grup pada 28 Maret 2008 pukul 16.00-23.00 WIB di panggung utama Festival Maulid," katanya menjelaskan.
Lomba bernuansa Islami lainnya adalah lomba qosidah rebana khusus wanita yang diikuti 40 grup qosidah terbaik se-Jatim, pada 29 Maret 2008 pukul 16.00-23.00 WIB di panggung utama Festival Maulid.
"Kami juga menggelar Jalan Sehat Dakwah pada 30 Maret 2008 pukul 06.00-09.00 WIB dengan rute sepanjang empat kilometer dari dan ke panggung Utama Festival Maulid," katanya.
Pada hari yang sama, dilanjutkan dengan khitanan massal pukul 07.00-12.00 WIB yang pesertanya dari keluarga pemulung, panti asuhan, dan masyarakat Surabaya yang tidak mampu.
"Malam harinya atau sekitar pukul 19.00-22.00 WIB dilanjutkan dengan dzikir dan tausiyah Maulid dengan penceramah KH Agoes Ali Masyhuri (pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo)," katanya.
Untuk menyemarakkan Festival Maulid 2008, panitia juga menggelar audisi da’i (juru dakwah) cilik sebaya SD/MI di panggung utama, pada 27 Maret 2008 pukul 16.00?22.00 WIB.
"Kami juga mengadakan lomba ’fashion show’ anak muslim di panggung utama pada 27 Maret 2008 pukul 16.00-22.00 WIB, tapi pada 30 Maret 2008 pukul 08.00-11.00 WIB ada lomba mewarnai masjid," katanya.
Sementara itu, di berbagai sudut kota Surabaya tampak sekolah dan masjid menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai lomba dan ceramah agama, termasuk tradisi makan dengan menggunakan "cowek" (wadah yang terbuat dari tanah liat). (ant/eko)
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua